Hatta Taliwang Kritik Keterlibatan Ulama dalam Pilpres 2019

Oleh: Andrian Pratama Taher - 4 Agustus 2018
Hatta Taliwang mengatakan bahwa, seharusnya yang terlibat dalam Pilpres 2019 itu anggota DPR-MPR, bukan para habib-habib.
tirto.id - Mantan Anggota DPR dari Fraksi PAN periode 1999-2004 Hatta Taliwang, menyebut ada kekacauan konstitusi Indonesia.

Pria yang juga Direktur Institut Soekarno Hatta (ISH) itu menyebut, salah satu kekacauan yang terjadi dalam konstitusi Indonesia saat ini adalah keterlibatan habib dan taipan dalam pemilihan Presiden saat ini.

"Seharusnya yang sibuk itu anggota DPR-MPR yang mulia dipilih oleh rakyat, bukan masalahnya berpindah kepada para pemodal, pada habib-habib untuk mengatur negara ini," kata Hatta di daerah Kalibata, Jakarta, Sabtu (4/8/2018).

Saat ini, keterlibatan habib dalam dunia politik memang cukup mencolok. Hal ini terjadi setelah Pilkada DKI 2017. Kala itu, Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab menolak mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur karena menodai agama Islam.

Setelah penolakan tersebut, sejumlah aktivis Islam dinilai dikriminalisasi oleh penguasa. Sejak saat itu, sejumlah ulama mencolok terlihat aktif dalam dunia politik.

Salah satu bukti konkret keterlibatan habib-ulama dalam Pilpres 2019 adalah pergelaran ijtima ulama pada 27 Juli-29 Juli 2018 beberapa waktu lalu.

Dalam hasil ijtima tersebut mendukung Prabowo Subianto sebagai capres, sementara calon wakil presiden yang ditunjuk adalah Ustad Abdul Somad atau Ketua Majelis Syuro PKS Salim Jufri Assegaf.

Hatta bukan bersikap anti dengan keterlibatan habib, namun, ia menilai negara bukan hanya dikuasai segelintir orang. Mereka menilai permasalahan konstitusi perlu diperhatikan oleh para wakil rakyat dan publik.

"Buat apa ada pemilihan presiden, buat apa semua ini kalau akhirnya hanya dikuasai tingkat elit-elit yang terbatas. ini masalah hari depan bangsa kita. Buat apa ada pemilihan wakil rakyat kalau akhirnya masalah ini menjadi urusan yang sangat elitis," kata Hatta.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight