STOP PRESS! Densus 88 Geledah Rumah Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu

HARI PAHLAWAN

Berbincang bersama David Tarigan

Di tangan David Tarigan, musik-musik terarsip dengan rapi. David juga melakukan pengarsipan musik-musik jadul. Sebuah pekerjaan yang barangkali tidak banyak dinikmati oleh orang-orang di negeri ini.

  • ...
    11 November 2016

    David Tarigan dan Irama Nusantara

    Di tangan David Tarigan, musik-musik terarsip dengan rapi. Melalui Irama Nusantara yang bekerja sama dengan Bekraf, David juga melakukan pengarsipan musik-musik jadul. Sebuah pekerjaan yang barangkali tidak banyak dinikmati oleh orang-orang di negeri ini.

  • ...
    10 November 2016

    Perkenalkan Pahlawan Nasional Ke-169: KH Asad Syamsul Arifin

    Setiap tahun ada nama-nama yang diusulkan dan ada yang akhirnya ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Bagi pemerintah, penetapan pahlawan nasional sebagai penghargaan dan penghormatan bagi mereka yang dianggap berjasa bagi republik. Tahun ini, KH As'ad Syamsul Arifin yang berasal dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) resmi masuk daftar nama pahlawan nasional. Politik massa?

  • ...
    10 November 2016

    Kotoran Sapi di Taman Bunga Pertempuran Surabaya

    Pelajaran sejarah menggambarkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945 sepenuhnya putih, suci, dan bersih. Gambaran itu tidak selalu benar. Kedegilan dan kebrengsekan sesungguhnya terjadi selama revolusi, dan itu dilakukan para pejuang Indonesia. Itulah yang dengan berani dikisahkan Idrus tentang peristiwa pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

  • ...
    10 November 2016

    Usaha Mempertahankan Surabaya Tanpa Komandan Terlatih

    Tanpa persenjataan memadai, juga dengan para pejuang yang mayoritas tidak terlatih, para pejuang Surabaya mencoba mempertahankan Surabaya dari agresi Sekutu. Koordinasi yang buruk mempersulit para pejuang Indonesia mempertahankan Surabaya. Apalagi tidak ada satu pun pemimpin pasukan yang benar-benar terlatih berperang.

  • ...
    10 November 2016

    Senja Terakhir Brigadir Mallaby

    A.W.S Mallaby tiba di Surabaya dalam keadaan yang tidak menguntungkan. Sekutu sudah lebih dulu bersikap menantang para pejuang Indonesia, sehingga Mallaby dan pasukannya disambut dengan kecurigaan dan kemarahan. Kematian pun menunggu Mallaby. Kematian yang menjadi awal dari pertempuran Surabaya yang berdarah itu.

  • ...
    09 November 2016

    Menjadi Jurnalis Perempuan Pertama Secara Otodidak

    Perempuan pertama yang menjadi jurnalis di Hindia Belanda. Rohana Koedoes memulai segalanya dari kebiasaan membaca dan menulis. Ia membuat sekolah untuk lingkungan sekitarnya, mengajari kerajinan, memelopori industri rumahan. Pasang suruh kehidupan dialami Rohana, dari disingkirkan anak didiknya sendiri hingga dituduh berselingkuh.

  • ...
    08 November 2016

    Sinar Cemerlang bagi Bahasa Indonesia

    Amir Hamzah lahir dari keluarga yang mewakili nilai-nilai lama, tapi karyanya tidak menghamba kepada tradisi. Seraya mengolah khasanah lama, Amir Hamzah menyiapkan sebuah pondasi baru bagi bahasa Indonesia yang bukan hanya modern tapi juga cemerlang.

  • ...
    07 November 2016

    Orang Asing di Pihak yang Benar

    Dalam revolusi Indonesia, George McTurnan Kahin menjadi mata bagi orang-orang Amerika anti-kolonial dan berharap Amerika sebagai super power baru setelah Perang Dunia II tak lagi membantu Belanda dan segera mendukung Indonesia.

  • ...
    05 November 2016

    Moncer Karena Perjuangan Olahraga, Tersingkir Karena Suharto

    Ia sudah menjadi pengurus PSSI sejak masih aktif bermain sepakbola, menjadi tentara di masa revolusi, dua kali mencicipi jabatan bergengsi sebagai menteri. Bersungguh-sungguh menyiapkan pondasi olahraga Indonesia, ia harus tersingkir karena dianggap sebagai orangnya Sukarno. Siapa dia? Maladi.

  • ...
    05 November 2016

    Mengingat Pahlawan, Belajar Kepada Tindakan

    Masihkah kita memerlukan pahlawan dan kepahlawanan? Mengapa pahlawan dan kepahlawanan tak pernah absen dari masa kini?

  • ...
    06 November 2016

    Bang Pi'ie, Sang Jawara yang Jadi Menteri

    Nama Imam Syafei tak tersohor seperti pahlawan kebanyakan. Karena menjadi loyalis Sukarno, dia pun dituding Komunis semasa Orde Baru. Nama Bang Pi’ie pun dihilangkan dari sejarah kemerdekaan.