Hari Nyamuk Sedunia 20 Agustus 2021: Sejarah. Tema, dan Tujuan

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 19 Agustus 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sejarah Hari Nyamuk Sedunia 2021 yang diperingati setiap 20 Agustus.
tirto.id - Tanggal 20 Agustus 2021 memperingati Hari Nyamuk Sedunia (World Mosquito Day). Hari Nyamuk ini merupakan peringatan global atas penemuan Sir Ronald Ross pada tahun 1897 bahwa nyamuk Anopheles betina menularkan malaria antar manusia.

"Hari Nyamuk Sedunia memberi kita kesempatan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya nyamuk pembawa malaria, dan untuk menyoroti upaya berkelanjutan dalam memerangi makhluk paling mematikan di dunia," tulis laman endmalaria.org.

Upaya global melawan nyamuk telah menyelamatkan lebih dari 7,6 juta jiwa dan mencegah lebih dari 1,5 miliar kasus malaria sejak tahun 2000. Untuk mengakhiri malaria di separuh dunia, diperlukan inovasi untuk menjangkau masyarakat paling rentan dengan intervensi yang tepat pada waktu yang tepat.


Sejarah Hari Nyamuk Sedunia


Nyamuk adalah serangga kecil penghisap darah yang bisa menularkan penyakit serius seperti malaria. Tanpa vaksin yang tersedia saat ini, malaria tetap menjadi ancaman mematikan bagi orang-orang di seluruh dunia.

Dilansir National Today, malaria adalah penyakit kuno yang mulai menyerang manusia sejak awal masa pertanian dan peradaban modern.

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan muncul dalam teks-teks sejarah sejauh milenium pertama SM. Faktanya, jejak pertama parasit malaria ditemukan pada sisa-sisa nyamuk yang berusia lebih dari 30 juta tahun.

Malaria telah mempengaruhi setiap benua kecuali Antartika, dan tetap menjadi masalah yang tersebar luas di beberapa bagian dunia termasuk Afrika, Asia Selatan, dan Karibia. Lebih dari 200 juta orang terjangkit malaria setiap tahun.

Pada 2010, 90 persen kematian akibat malaria terjadi di Afrika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kekhawatiran tentang malaria yang resistan terhadap obat, yang dapat menghambat upaya untuk mengurangi penyebaran penyakit.

Hari Nyamuk Sedunia menghormati tanggal ketika Sir Ronald Ross, seorang ahli bedah tentara Inggris yang bekerja di India, membuktikan bahwa nyamuk menularkan malaria dengan mengidentifikasi parasit malaria berpigmen pada nyamuk yang menghisap pasien terinfeksi.

Penemuan ini merevolusi pengetahuan tentang malaria dan mengarah pada tindakan pencegahan baru. Ross memenangkan Hadiah Nobel untuk Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1902.

Ross mendeklarasikan Hari Nyamuk Dunia pertama saat itu juga, menyatakan bahwa dunia harus disadarkan akan hubungan antara nyamuk dan malaria.

Meskipun pemahaman yang lebih baik tentang penyakit ini telah mengarah pada tindakan pencegahan dan perawatan medis yang lebih inovatif, vaksin malaria tetap belum ditemukan.

Tema yang diambil pada Hari Nyamuk Sedunia 2021 adalah “Mencapai target nol malaria”.


Baca juga artikel terkait HARI NYAMUK SEDUNIA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Penyelia: Addi M Idhom
DarkLight