Menuju konten utama

Hari Down Syndrome Sedunia Tanggal 21 Maret: Sejarah & Filosofinya

Bagaimana sejarah dan asal mula 21 Maret dipilih sebagai Hari Sindrom Down Sedunia?

Hari Down Syndrome Sedunia Tanggal 21 Maret: Sejarah & Filosofinya
Ilustrasi Down Syndrome. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Hari Down Syndrome Sedunia atau Hari Sindrom Down Internasional diperingati setiap tanggal 21 Maret.

Setiap tahunnya, untuk memperingati hari down syndrome setiap masyakarat dan para penderita down syndrome di seluruh dunia merancang berbagai kegiatan dan acara untuk meningkatkan kesadaran publik tentang down syndrome.

Terkait hal ini Down Syndrome International menjelaskan, kegiatan dalam rangka memperingati hari keterbelakangan mental juga digunakan untuk mengadvokasi hak-hak, inklusi, serta kesejahteraan orang-orang penderita down syndrome tersebut.

Sejak tahun 2012, setiap 21 Maret diperingati sebagai Hari Sindrom Down Internasional.

Bagaimana sejarah dan asal mula 21 Maret dipilih sebagai Hari Sindrom Down Sedunia?

Filosofi di balik pemilihan tanggal 21 Maret ini berasal dari keunikan 3 copy kromosom ke-21 atau yang biasa dikenal dengan nama trisomy 21 yang menjadi penyebab sindrom Down.

Sindrom Down sendiri adalah kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak disebabkan dari abnormalitas perkembangan kromosom.

Jika pada orang normal dalam dirinya hanya terdapat dua kromosom ke-21, penderita sindrom Down memiliki tiga kromosom 21. Kelebihan kromosom inilah yang menjadi ciri khas sindrom Down atau yang dikenal dengan istilah Trisomi 21.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Harap dan Salimar (2015) di Indonesia, umur ibu ketika hamil merupakan faktor yang lebih meningkatkan risiko melahirkan anak dengan sindrom Down dibandingkan urutan kelahiran.

Ibu yang melahirkan anak di atas usia 35 tahun berisiko melahirkan anak dengan sindrom Down 4,8 kali lebih besar dibandingkan yang berusia di bawah 35 tahun (sig: 0,034).

Down Syndrome tidak sama dengan autis

Tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa down syndrome adalah sama dengan autis. Padahal, keduanya adalah kondisi yang sama sekali berbeda.

Down syndrome disebabkan oleh faktor genetik di mana seseorang mengalami kelainan kromosom. Hal tersebut membuat orang dengan down syndrome mengalami keterbelakangan mental dan fisik.

Sementara itu, autis atau autism spectrum disorders disebabkan oleh banyak faktor. Namun, bukan karena kelainan kromosom.

Orang dengan down syndrome tidak dapat mandiri adalah mitos

Faktanya, orang dengan down syndrome dapat hidup mandiri bergantung bagaimana pola asuh orangtuanya.

Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa orang dengan down syndrome yang telah berusia remaja belum dapat melakukan apapun sendiri seperti tidak dapat makan, minum, dan mandiri sendiri.

Hal tersebut disebabkan oleh orangtua yang tidak mengajarkan anak mereka yang mengalami down syndrome untuk mandiri.

Baca juga artikel terkait HARI DOWN SYNDROME SEDUNIA atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH