Hari Bela Negara ditetapkan setiap 19 Desember melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006 yang bermula dari pernyataan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia pada 1948. Saat itu eksistensi Republik Indonesia terancam karena Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap Belanda sehingga pemerintahan lumpuh

Pada saat Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta tidak bisa menjalankan pemerintahan itu, Sjafruddin Prawiranegara beserta tokoh-tokoh lain kemudian segera membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia pada 19 Desember 1948 di Sumatera Barat.