Hari Ayah Nasional 12 November & Sejarah Peringatannya di Indonesia

Penulis: Dhita Koesno - 12 Nov 2021 06:35 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Hari Ayah Nasional 12 November bukan hari libur. Ada rentetan peristiwa yang menyebabkan kenapa tanggal tersebut disebut Hari Ayah. Berikut ini sejarahnya.
tirto.id - Apakah Hari Ayah libur? Hari Ayah adalah hari untuk menghormati sosok bapak dalam keluarga, ikatan serta pengaruh ayah dalam masyarakat. Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November bukanlah menjadi hari libur umum di Indonesia.

Hari Ayah biasanya dirayakan dengan memberi hadiah bagi bapak dan berkumpul bersama anggota keluarga lainnya. Ungkapan terima kasih kepada ayah ini disampaikan atas perannya sebagai tulang punggung, sandaran, dan pelindung dalam rumah tangga.

Sejarah Hari Ayah Nasional


Menurut pemberitaan Harian Kompas (13 November 2006), Hari Ayah Nasional yang diperingati di Indonesia lahir atas prakarsa paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).


Tahun 2004, PPIP mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo dengan cara mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu. Acara ini mendapat sambutan yang baik di mana kemudian ada 70 surat terbaik dibukukan dan beberapa di antaranya dibacakan oleh peserta yang terdiri dari anak-anak usia SD, SMP, SMA, Mahasiswa serta umum.

Setelah acara tersebut berakhir, panitia penyelenggara justru mendapat pertanyaan para peserta, seperti ”Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kapan Peringatan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi.”

Pertanyaan yang diajukan itu menggugah hati PPIP untuk mencari informasi kapan Hari Ayah diperingati di Indonesia. PPIP lalu menanyakan kapan hari ayah di Indonesia dan jika belum ada penetapan hari Ayah, bolehkan seseorang atau lembaga menetapkan sebuah hari yang dijadikan sebagai Hari Ayah.

Hanya saja, PPIP saat itu tidak menemukan jawaban memuaskan. Hingga akhirnya, setelah melalui kajian yang cukup panjang, mereka kemudian menggelar deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia dan menetapkan tanggal 12 November sebagai Peringatan Hari Ayah Nasional.

Deklarasi tersebut digabung dengan hari kesehatan dengan mengambil semboyan ‘Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”.

Pada hari dan jam yang sama, deklarasi Hari Ayah juga dilakukan di Maumere, Flores, NTT. Dalam deklarasi itu juga diluncurkan buku "Kenangan untuk Ayah" yang berisi 100 surat anak Nusantara yang diselesi dari Sayembara Menulis Surat untuk Ayah.

Usai deklarasi, mereka mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bupati di 4 penjuru Indonesia yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud dan Pulau Rote. Setelah itulah setiap tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional.

Hari Ayah Sedunia


Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Hongkong dalam Hari Ayah atau Father’s Day dirayakan pada hari Minggu di pekan ketiga bulan Juni atau tepatnya setiap tanggal 21 Juni.

Father's Day dirayakan hampir di seluruh dunia yang dimulai pada awal abad ke-12. Biasanya Hari Ayah dirayakan dengan memberikan hadiah kepada ayah dan kegiatan kekeluargaan.

Ayah sendiri merupakan tulang punggung, sandaran, dan sosok pelindung bagi istri dan anak-anaknya dalam sebuah rumah tangga.

Sementara di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Laki-laki Internasional atau International Men's Day diperingati setiap bulan 19 November.

Hari Pria Internasional yang dirayakan di seluruh dunia untuk memberikan nilai positif yang dibawa pria kepada dunia, keluarga, dan komunitas mereka. Ayah juga dianggap sebagai teladan positif dan meningkatkan kesadaran akan kesejahteraan pria.


Baca juga artikel terkait HARI AYAH NASIONAL atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Agung DH
Penyelaras: Ibnu Azis
DarkLight