Harga Vaksin Moderna Untuk COVID-19 Sekitar Rp300-500 Ribu

Oleh: Yantina Debora - 24 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Harga vaksin Moderna sekitar Rp300-500 ribu. Moderna menjadi vaksin kedua di Amerika Serikat yang melaporkan hasil yang di luar ekspektasi.
tirto.id - Satu dosis calon vaksin COVID-19 yang diproduksi Moderna bakal dibanderol dengan harga 25-37 dolar AS atau sekitar sekitar Rp354 ribu-Rp524 ribu.

Dikutip dari Antara, Senin (23/11/2020), harga vaksin COVID-19 Moderna ini tergantung pada jumlah pemesanan, kata CEO Stephane Bancel.

"Karenanya, harga vaksin kami hampir sama dengan vaksin flu, yang dijual seharga 10-50 dolar AS (sekitar Rp141 ribu-708 ribu)," katanya.



Pada Senin (16/11/2020), salah satu pejabat Uni Eropa yang ikut dalam pembicaraan tersebut mengatakan bahwa Komisi Eropa ingin menjalin kontrak pasokan jutaan dosis calon vaksin dengan Moderna yang harganya di bawah 25 dolar AS per dosis.

"Belum ada yang ditandatangani, namun kami hampir mencapai kontrak dengan Komisi Uni Eropa. Kami ingin mendistribusikan ke Eropa dan sedang dalam pembicaraan," kata Bancel kepada WamS. Ia menambahkan prosesnya hanya berupa "masalah hari" sampai kontrak siap ditandatangani.

Moderna mengeklaim bahwa vaksin eksperimental mereka 94,5 persen ampuh mencegah COVID-19, berdasarkan data sementara dari uji klinis tahap akhir.

Moderna menjadi pengembang vaksin kedua di Amerika Serikat yang melaporkan hasil yang di luar ekspektasi selain Pfizer dan mitranya, BioNTech. Uni Eropa membahas vaksin COVID-19 eksperimental buatan Moderna setidaknya sejak Juli tahun ini.

"Kami akan memiliki vaksin yang dapat menghentikan COVID-19," kata Stephen Hoge.

Analisis sementara Moderna didasarkan pada 95 infeksi di antara peserta uji coba yang menerima plasebo atau vaksin. Dari jumlah tersebut, hanya lima infeksi terjadi pada mereka yang menerima vaksin, yang diberikan dalam dua suntikan dengan selang waktu 28 hari.

"Memiliki lebih dari satu sumber vaksin yang efektif akan meningkatkan pasokan global dan, dengan keberuntungan, membantu kita semua untuk kembali ke keadaan normal sekitar tahun 2021," kata Eleanor Riley, profesor imunologi dan penyakit menular di Universitas Edinburgh.



___________

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight