Harga Minyak Naik ke Tingkat Tertinggi Tahun Ini

Reporter: Yuliana Ratnasari, tirto.id - 11 Okt 2016 10:23 WIB
Harga minyak AS berada di posisi tertinggi tahun ini menyusul harga minyak dunia yang ikut meninggi. Sebabnya, Rusia siap membatasi produksi minyak mentahnya setelah tercapainya kesepakatan OPEC beberapa waktu lalu.
tirto.id - Dengan naiknya harga minyak AS ke tingkat tertinggi tahun ini, harga minyak dunia pun pada Senin waktu setempat atau Selasa (11/10/2016) pagi berakhir lebih tinggi. Kondisi ini terjadi menyusul pernyataan Rusia yang siap untuk membatasi produksi minyak mentahnya.

"Rusia siap bergabung dalam langkah-langkah bersama untuk membatasi produksi dan meminta eksportir minyak lainnya untuk melakukan hal yang sama," ungkap Presiden Rusia Vladimir Putin Senin (10/10/2016), pada Kongres Energi Dunia di Istanbul.

Seperti dilaporkan Antara, Putin menyepakati bahwa dalam situasi saat ini, pembekuan atau bahkan pemangkasan produksi minyak menjadi satu-satunya keputusan yang tepat untuk menjaga stabilitas di pasar energi global.

Setelah tercapainya kesepakatan bersejarah oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memangkas produksi minyak mentah pada 28 September lalu, harga minyak telah naik lebih dari 11 persen. Menindaklanjuti itu, para menteri minyak organisasi itu diharapkan menuntaskan rincian akhir dari kesepakatan tersebut pada pertemuan organisasi mereka pada 30 November mendatang di Wina.

Dari kondisi minyak dunia itu, menurut patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November bertambah 1,54 dolar AS menjadi menetap di 51,35 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.Angka ini tercatat berada pada tingkat tertinggi untuk 2016.

Sementara itu, berdasarkan patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 1,21 dolar AS menjadi ditutup pada 53,14 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, yang menjadi harga penutupan tertinggi sejak Juli 2015.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari

DarkLight