Harga Cabai Naik Tembus Rp65.000/Kg di Kota Parigi

Oleh: Yulaika Ramadhani - 25 Juli 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Dari pemantauan kami di pasar tradisional, harga bahan pokok semuanya stabil, hanya cabai ini yang mengalami lonjakan tinggi."
tirto.id - Harga cabai rawit hijau terus merangkak naik dalam beberapa hari ini dari Rp25.000/kilogram menjadi Rp65.000/kilogram di Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah,

Hal tersebut dijelaskan Kepala Bidang Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Parigi Moutong I Gede W Sudarta di Parigi, Rabu (25/7/2018).

"Dari pemantauan kami di pasar tradisional, harga bahan pokok semuanya stabil, hanya cabai ini yang mengalami lonjakan tinggi," katanya dilansir Antara.

Di Pasar Tolai, harga cabai rawit hijau Rp40.000/kilogram sementara pasar sentral Parigi Rp65.000/kilogram, sehingga kalau dirata-ratakan menjadi Rp52.500/kilogram.

Menurut Gede, melonjaknya harga cabai karena kurangnya stok di tingkat petani sementara permintaan pasar cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan restoran serta warung-warung makan.

"Meski harga melonjak, konsumen tetap membeli karena tidak ada pilihan lain, mau tidak mau tetap membutuhkan cabai," ujarnya.

Sebelumnya menjelang Idul Fitri 2017, harga cabai di Parigi sempat melambung hingga Rp65.000/kilogram, namun kemudian turun sampai Rp25.000/kg, tetapi sekarang naik lagi dua kali lipat.

Selain itu, cabai rawit merah juga mengalami lonjakan dari harga sebelumnya hanya Rp30.000/kilogram kini menjadi Rp40.000/kilogram. Begitu pula cabai merah biasa, harga sebelumnya Rp25.000/kilogram naik menjadi Rp37.000/kilogram.

"Cabe merah keriting juga melonjak dari harga sebelumnya Rp20.000/kilogram naik menjadi Rp27.500/kilogram," ungkapnya.

Menurutnya, sampel pasar yang menjadi acuan pembanding harga yakni pasar sentral Parigi dan pasar tradisional Desa Tolai.

Sementara komoditas lainnya seperti bawang merah tidak mengalami pergeseran harga yakni Rp21.000/kilogram, demikian pula daging sapi murni Rp120.000/kilogram, ayam potong Rp42.000/kilogram dan ayam kampung Rp65.000/kilogram.


Hal yang sama terjadi di Kepulauan Bangka Belitung per hari ini. Harga cabai keriting dan rawit di tingkat distributor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung naik karena hasil panen petani di daerah sentra produksi berkurang selama musim kemarau.

"Saat ini harga cabai merah keriting naik menjadi Rp45.000 dari Rp40.000 per kilogram," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Provinsi Kepulauan Babel Mashun di Pangkalpinang, Rabu (25/7/2018).

Ia mengatakan saat ini hasil panen cabai petani lokal dan luar daerah berkurang yang mengakibatkan pasokan ke distributor berkurang pada akhirnya harga mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Harga cabai merah biasa naik menjadi Rp40.000 dari Rp35.000 per kilogram, cabai rawit merah naik menjadi Rp70.000 dari 60.000 per kilogram. Demikian juga cabai rawit hijau naik menjadi Rp60.000 dari Rp55.000 per kilogram.

"Untuk memenuhi kebutuhan cabai masyarakat, distributor sayur mayur hanya mengandalkan pasokan dari Lombok, Sulawesi, Lampung dan Palembang, karena hasil cabai petani lokal yang terbatas," ujarnya.

Menurut dia, stok cabai merah keriting di gudang distributor sebanyak 35 ton atau masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi.

"Persediaan cabai cukup, namun harga komoditas itu di daerah asal sudah mengalami kenaikan karena hasil pertanian petani kurang," katanya.

Ia berharap distributor untuk terus menambah pasokan cabai, guna menekan kenaikan harga yang akan memberatkan ekonomi masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.


Baca juga artikel terkait HARGA CABAI NAIK atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani