Hanya 194 Nakes yang Terima Santunan Pemerintah selama 2020

Reporter: Vincent Fabian Thomas - 7 Jan 2021 09:24 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Jumlah itu lebih rendah dari data IDI yang mencatat 504 tenaga kesehatan gugur selama 2020.
tirto.id - Kementerian Keuangan mencatat ahli waris dari 194 tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal telah mendapat santunan sesuai kebijakan penanganan COVID-19. Jumlah itu merupakan akumulasi total santunan yang diberikan selama 2020.

Angka yang dicantumkan ini lebih rendah dari data Ikatan Dokter Indonesia (IDI). IDI mencatat selama Maret-Desember 2020, sebanyak 504 nakes yang meninggal akibat infeksi COVID-19.

Mereka yang meninggal terdiri dari 237 dokter dan 15 dokter gigi, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, 10 tenaga lab medik. Para dokter yang wafat terdiri dari 131 dokter umum (4 guru besar), 101 dokter spesialis (9 guru besar).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan santunan bagi nakes yang gugur dalam penanganan COVID-19 bukan satu-satunya bentuk respons pemerintah terhadap sektor kesehatan. Ia mengatakan ada juga insentif yang disalurkan tiap bulannya.

Menurut data Kemenkeu, insentif telah disalurkan bagi 684 ribu nakes dari kantong pemerintah pusat pada 2020. Sementara 449 ribu nakes telah menerima insentif dari kantong pemerintah daerah selama 2020.

Output di kesehatan. Belanja pusat untuk nakes, yang mencapai 684 ribu,” ucap Suahasil dalam konferensi pers APBN KITA, Rabu (6/1/2021).

Pemerintah, kata Suahasil, juga merealisasikan pembayaran biaya perawatan pasien COVID-19. Menurut data Kemenkeu, pemerintah sudah membayar biaya perawatan 183.900 pasien COVID-19.

Disamping itu, pemerintah telah menggelontorkan sejumlah uang untuk perombakan fasilitas kesehatan dan pengadaan alat kesehatan rumah sakit pemerintah. Selama 2020 kemarin ada 110 rumah sakit Kemenhan/TNI dan 53 RS Polri yang mendapat bagian. Ditambah lagi ada penambahan gedung atau ruang baru puskesmas sebanyak 260 paket.


Baca juga artikel terkait TENAGA KESEHATAN MENINGGAL atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight