Periksa Data

Hanya 16 Persen Caleg Artis yang Lolos Pemilu 2014

Oleh: Scholastica Gerintya - 26 Juli 2018
Dibaca Normal 3 menit
Tak lolos naik panggung politik, 84 orang lainnya harus tetap puas berada di panggung hiburan.
tirto.id - Kaum artis atau seniman tak pernah asing dari politik. Sejak pemilu pertama pada 1955, seperti dicatat peneliti budaya dan politik Jennifer Lindsay dalam "The Performance Factor in Indonesian Elections" (2007), sudah ada seniman berkampanye, yakni seniman-seniman Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang naik panggung untuk Partai Komunis Indonesia (PKI).

Cara itu juga dilakukan dalam pemilu-pemilu era Orde Baru. Artis-artis panggung memeriahkan kampanye-kampanye Golongan Karya (Golkar) pada Pemilu 1971. Namun, yang fenomenal adalah panggung kampanye sang Raja Dangdut, Rhoma Irama. Ia memeriahkan kampanye-kampanye Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 1977, meski ia kemudian beralih menjadi juru kampanye Golkar.


Tak berhenti sebagai juru kampanye, Rhoma akhirnya menjadi anggota DPR, meski bukan disokong partai, melainkan sebagai Utusan Golongan dari kelompok seniman. Selain Rhoma, artis lain yang pada masa itu menjadi anggota DPR adalah Sophan Sophiaan, aktor film yang menjadi anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) sejak 1992.


Bukan Sekadar Pengisi Kampanye


Sejak Pemilu 1999, setelah Reformasi, peluang untuk masuk dunia politik semakin terbuka karena partai pun semakin banyak. Golkar tak lagi menjadi partai rezim sebagaimana di era Orde baru. Untuk bisa bertahan, setiap partai memerlukan suara sebanyak-banyaknya.

Siapa yang paling dikenal publik dan berpeluang mendapat menjadi peraih suara? Tentu mereka yang terbiasa wara-wiri di televisi mengisi dunia hiburan dan pertunjukan, yakni pesohor atau selebritas—atau dalam bahasa sehari-hari: artis.

Pada Pemilu 2009, saat pileg memakai sistem proporsional terbuka, pesohor semakin dimungkinkan masuk DPR. Lain dengan sistem proporsional tertutup yang meloloskan caleg sesuai nomor urutan pencalonan partai—karena semua suara masuk ke partai—sistem terbuka akan memenangkan caleg yang memang mendapat suara terbanyak.

Kembali, siapa yang berpeluang mendapat suara? Tentu yang paling dikenal oleh publik. Maka, peluang bagi artis untuk nyaleg pun semakin terbuka lebar.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada pileg kali ini ada beberapa selebritas yang maju ke bursa calon DPR 2019. Pada 17 Juli lalu, Harry Tanoe menyebut beberapa nama artis yang mengajukan diri menjadi calon legislatif (caleg) untuk Partai Perindo, yaitu penyanyi kondang Reza Artamevia, Charly Van Houten vokalis ST 12, Angel Lelga, dan Andi Arsyil Rahman.

Dari PDI Perjuangan ada Krisdayanti, Ian Kasela, Jeffry Waworuntu, Harvey Malaiholo, dan penyanyi Lalita Zein. Sementara Nasdem menggandeng Tessa Kaunang, Nafa Urbach, Manohara, Chris John mantan juara dunia tinju, dan desainer Ni Luh Djelantik.


Bagaimana sebenarnya kontribusi dan peluang seorang selebritas memenangkan pemilihan umum legislatif?

Pemetaan Anggota DPR Selebritas Periode 2014-2019


Tirto melakukan penelusuran media dan biodata seluruh caleg tetap periode 2014-2019 yang diunggah di situs KPU untuk memeriksa caleg dari kalangan selebritas atau mereka yang pernah dan sedang berkarier dalam dunia pertunjukan/panggung hiburan. Pada periode 2014-2019, anggota DPR yang berasal dari kalangan selebritas hanya sebanyak 16 orang atau tiga persen dari total 560 anggota DPR RI.

Infografik Periksa Data Caleg Artis


16 Seleb Anggota DPR 2014-2019


Para pesohor ini punya latar belakang beragam. Ada presenter dan penyanyi Tantowi Yahya, aktor sinetron Dessy Ratnasari, Primus Yustisio, dan Vena Melinda, pebalap Moreno Suprapto, peragawati Okky Asokawati, serta penyanyi Anang Hermansyah dan Jamal Mirdad.

Infografik Periksa Data Caleg Artis



PAN, Partai dengan Seleb Terbanyak


Mayoritas pesohor yang terpilih sebagai anggota DPR berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN). Berjumlah lima orang, selebritas-selebritas tersebut adalah Dessy Ratnasari (Dapil Jawa Barat IV), Primus Yustisio (Dapil Jawa Barat V), Lucky Hakim (Dapil Jawa Barat VI), Anang Hermansyah (Dapil Jawa Timur IV), dan Eko Hendro Purnomo atau lebih dikenal sebagai Eko Patrio yang mewakili Dapil Jawa Timur VIII.

Gerindra adalah partai terbanyak kedua dengan total tiga anggota DPR selebritas terpilih sebagai wakil rakyat, yaitu Rachel Maryam Sayidina (Dapil Jawa Barat II), Jamal Mirdad (Dapil Jawa Tengah I), dan pembalap Moreno Suprapto (Dapil Jawa Timur V). PDI Perjuangan dan Partai Demokrat masing-masing memiliki dua anggota DPR selebritas, sedangkan PPP, Golkar, Hanura, dan PKB masing-masing memiliki satu anggota DPR selebritas.

Infografik Periksa Data Caleg Artis


Provinsi Gemar Pesohor: Jawa Barat


Dilihat berdasarkan sebaran provinsi, anggota DPR selebritas memenangkan pemilihan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah , dan Jawa Timur. Mayoritas memenangkan pemilihan di Jawa Barat dengan daerah pemilihan di Jawa Barat I, Jawa Barat II, Jawa Barat IV, Jawa Barat V, Jawa Barat VI, Jawa Barat VII. Ada sembilan selebritas di daerah pemilihan tersebut dan tiga di antaranya berasal dari PAN.

Provinsi terbanyak berikutnya adalah Jawa Timur dengan daerah pemilihan di Jawa Timur IV, V, VI, dan VIII, yakni sebanyak empat selebritas, setengahnya juga berasal dari PAN. Sementara itu, DKI Jakarta memiliki dua anggota DPR selebritas dan Jawa Tengah satu anggota DPR selebritas.

Infografik Periksa Data Caleg Artis


Kontribusi Perolehan Suara Artis terhadap Partai


Di sisi lain, bila dilihat berdasarkan suara sah yang diperoleh selebritas, sebagian besar mendulang suara sebanyak 21-30 persen dari total jumlah suara partai di dapilnya masing-masing. Ada empat selebritas dengan perolehan suara sebanyak 41-50 persen dan hanya ada satu selebritas yang mendapat suara lebih dari 50 persen dari total jumlah suara partai di dapilnya

Infografik Periksa Data Caleg Artis


Artinya, rata-rata kontribusi suara yang diberikan selebritas kepada partai adalah sebanyak 21 persen hingga 40 persen di daerah pemilihannya. Kontribusi ini berpengaruh terhadap perolehan suara partai, terutama untuk memenuhi syarat parliament threshold Pemilu 2014 untuk lolos pemilu selanjutnya, yakni 3,5 persen.

Terkait hal ini, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menyatakan bahwa selebritas dipilih lantaran figurnya yang populer dan diharapkan dapat meningkatkan elektabilitas partai. Selain itu, selebritas juga memiliki banyak uang untuk dapat membiayai pileg yang mahal.

Peluang Selebritas dalam Bursa Pileg


Berdasarkan penelusuran Tirto, setidaknya ada 100 caleg DPR periode 2014-2019 yang berasal dari kalangan selebritas. Namun, hanya 16 selebritas yang lolos menjadi wakil rakyat di parlemen. Dari keenam belas selebritas yang telah terpilih, tujuh di antaranya sudah menjadi anggota DPR periode sebelumnya.

Pada akhirnya, popularitas yang dimiliki selebritas ini tak selalu menentukan elektabilitas. Kesohoran seorang artis tidak bisa menjamin dirinya dan partai pendukungnya memenangkan pemilihan legislatif.


Fenomena partai politik yang menjagokan selebritas, menurut Direktur Eksekutif Populi Center Usep S. Ahyar, dapat dilihat sebagai upaya partai untuk menutupi kegagalan dalam melakukan proses kaderisasi. Alih-alih berkampanye untuk mendapat kader dan mendidiknya, partai politik menggunakan jalan cepat: ajak artis, calegkan, dan raih suara.

Baca juga artikel terkait PERIKSA DATA atau tulisan menarik lainnya Scholastica Gerintya
(tirto.id - Politik)


Penulis: Scholastica Gerintya
Editor: Maulida Sri Handayani