Menuju konten utama

Hanura Terancam Gagal Islah, Kubu Daryatmo dan OSO Masih Berselisih

Kubu Daryatmo menuding pihak Oesman Sapta Odang tidak serius mendorong rekonsiliasi untuk mendamaikan konflik internal di Partai Hanura.

Hanura Terancam Gagal Islah, Kubu Daryatmo dan OSO Masih Berselisih
Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto berdampingan dengan dua kubu pengurus Partai Hanura yang sedang berselisih, Oesman Sapta Oedang dan Daryatmo di lobi hotel Ritz Carlton (23/01/2018). tirto.id/Felix Nathaniel.

tirto.id - Islah antara kubu Oesman Sapta Odang (OSO) dan kubu Daryatmo dalam menyudahi konflik internal Partai Hanura terancam gagal. Sebab, kesepakatan untuk kembali ke titik nol setelah pertemuan di Ritz-Carlton Hotel Selasa (23/1) lalu belum sepenuhnya diamini oleh kedua kubu yang selama ini bertikai.

Hal ini disampaikan oleh Wasekjen Hanura kubu Daryatmo, Dadang Rusdiana dalam konferensi pers di Hotel Sultan, pada Jumat sore, (26/1/2018).

Menurut Dadang kubu OSO menolak kembali ke titik nol dan masih ingin mempertahankan kepengurusan versi mereka dengan OSO sebagai Ketua Umum dan Harry Lotung sebagai Sekjen Hanura.

"Kami menyayangkan sikap dari kubu Manhattan (OSO) yang tidak mencerminkan rekonsiliasi dengan sungguh-sungguh," kata Dadang.

Dadang menjelaskan perbedaan pendapat di antara kedua kubu mulai mencuat saat memulai pembahasan atas kesepakatan yang dicapai di Hotel Ritz-Carlton.

Kubu OSO menganggap titik nol adalah sesuai dengan Surat Keputusan yang telah disahkan oleh Kemenkumham dan Syarifuddin Sudding tetap dipecat dari posisi Sekjen Hanura. Sebaliknya, kubu Daryatmo menganggap titik nol adalah sesuai dengan hasil Munaslub 2016.

"Harusnya Sudding tetap jadi sekjen dong, kan adil," kata Dadang.

Anggota Komisi X DPR RI ini pun menginginkan agar Ketua Dewan Pembina Hanura, Wiranto dapat memfasilitasi kembali pertemuan di antara dua kubu agar rekonsiliasi segera tercapai agar tidak meghambat proses verifikasi Pemilu 2019 oleh KPU.

"Tentu mudah-mudahan ada jalan keluar yang baik dan semua pihak memahami bahwa ini adalah salah satu masalah bersama dan tidak boleh menang-menangan," kata Dadang.

Selain itu, Dadang juga berharap kemenkumham segera mencabut SK yang telah disahkan sebelumnya sesuai dengan komitmen Menkumham Yasonna Laoly yang akan menerbitkan SK baru setelah rekonsiliasi tercapai.

"Harusnya Pak Yasonna juga konsisten. Jadi itu SK dicabut dulu dong. Karena itu SK bermasalah. SK itu dicabut maka kemudian rekonsiliasi berjalan," kata Dadang.

Sebelumnya, Hanura sudah menggelar pertemuan tertutup sekitar satu jam di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa malam (23/1/2018). Pertemuan, yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto, tersebut mempertemukan dua kubu yang saling bertikai di internal partai itu.

Usai pertemuan tersebut, Wiranto mengklaim masalah antar kubu Oesman Sapta Oedang (OSO) dan Daryatmo sudah selesai. Menurut dia, Hanura akan membentuk tim untuk menginventarisir masalah.

"Ya sudah selesai. Damai ya damai," kata Wiranto tak lama usai pertemuan itu pada saat jumpa pers di lobi Hotel Ritz-Carlton.

Menurut Wiranto, tim tersebut akan menampung keluhan dan permintaan dari kedua kubu yang selama ini bertikai. Dia optimistis pembentukan tim ini bisa menjadi solusi penyelesaian masalah.

Dia menambahkan tim tersebut masih mengkaji masalah dan belum merumuskan solusinya. Kedua kubu masih belum bersepakat soal penyelesaian masalah yang menjadi pemicu pertikaiannnya.

"Secara teknis, Pak OSO sudah punya pandangan-pandangan beliau. Pak Daryatmo bicara. Semua ditampung dan disarikan untuk bahan kami menyelesaikan masalah. Mudah-mudahan cepat selesai," kata Wiranto.

Baca juga artikel terkait KONFLIK HANURA atau tulisan lainnya dari M. Ahsan Ridhoi

tirto.id - Politik
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Addi M Idhom