Halloween di Google Doodle Hari Ini Video Interaktif Trick or Treat

Oleh: Febriansyah - 31 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Google Doodle merayakan Halloween dengan menampilkan video interaktif Trick or Treat.
tirto.id - Google Doodle hari ini menampilkan tema Halloween yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober. Setiap tahun Google membuat desan Doodle Halloween yang berbeda-beda. Tahun 2018 kemarin, doodle muncul dengan permainan hantu atau roh dan kali ini Doodle muncul video interaktif pintu rahasia.

Terinspirasi dari tradisi Trick or Treat dalam Halloween, Doodle yang didominasi warna jingga dan hitam itu meminta pengguna untuk membuka setiap pintu-pintu jingga misterius itu.

Di setiap pintu itu sekilas akan muncul bayangan-bayangan. Jika kita buka pintu-pintu itu maka muncul beberapa binatang yang selama ini selalu dikaitkan dengan perayaan Halloween.

Dalam keterangannya Google menulis, Halloween Doodle interaktif tahun ini menampilkan hewan yang umumnya dikaitkan dengan film menakutkan, cerita hantu, dan dekorasi Halloween.

Hewan-hewan itu terdiri dari serigala, jaguar, tarantula, kelelawar, gurita, dan burung hantu. Setelah menemui binatang, pengguna akan diberikan dua pilihan yaitu "trick" atau "treat". Jika pilih trick maka hewan tersebut akan menunjukkan keahliannya, sedangkan treat akan menunjukkan pengguna salah satu penjelasan mengenai si hewan.

Doodle tersebut didesain oleh tim yang menyebut diri mereka Trick or Treat Team, yang terdiri dari Lydia Nichols, Stan Cameron, Alyssa Winans, Lydia Nichols, Diana Tran, Colin Duffy dan lainnya. Sementara untuk musiknya digarap oleh Silas Hite.

Google telah membuat Doodle untuk memperingati hari Halloween sejak tahun 1999. Doodle itu masih berbentuk sederhana, dua huruf O dalam kata Google diganti dengan boneka labu Jack O'Latern. Doodle itu juga belum menjangkau seluruh dunia, ia hanya berkisar di Amerika Serikat.

Halloween adalah tradisi Celtic kuno, yang dikenal dengan nama festival Samhain (akhir musim panas). Saat itu orang-orang menyalakan api unggun dan mengenakan kostum untuk mengusir hantu. Samhain juga dianggap sebagai waktu berkomunikasi dengan orang mati.

Awal November menandai akhir musim panas dan panen serta awal musim dingin yang gelap dan dingin, masa yang sering dikaitkan dengan kematian manusia. Orang Celtic percaya, pada malam sebelum tahun baru, batas antara dunia yang hidup dan yang mati menjadi kabur. Oleh karena itu pada malam 31 Oktober mereka merayakan Samhain dan meyakini hantu orang mati kembali ke bumi.

Selain menyebabkan masalah dan merusak tanaman, Orang Celtic juga berpikir kehadiran roh-roh itu akan mempermudah para Druid atau pendeta Celtic untuk membuat prediksi tentang masa depan. Bagi orang yang sepenuhnya bergantung pada dunia alami yang tidak stabil, ramalan-ramalan ini merupakan sumber kenyamanan penting selama musim dingin yang panjang dan gelap.

Untuk memperingati peristiwa itu, Druid membangun api unggun besar yang sakral, tempat orang-orang berkumpul untuk membakar tanaman dan hewan sebagai pengorbanan bagi para dewa Celtic. Selama perayaan, bangsa Celtic mengenakan kostum, biasanya terdiri atas kepala dan kulit binatang, dan berusaha saling menceritakan nasib satu sama lain. Api unggun juga dipercaya mampu melindungi mereka selama musim dingin yang akan datang.

Pada 43 M, Kekaisaran Romawi telah menaklukkan mayoritas wilayah Celtic. Selama 400 tahun mereka memerintah tanah Celtic, perayaan Celtic tradisional Samhain pun digabungkan dengan dua perayaan bangsa Romawi, yaitu Faralia dan hari untuk menghormati Pomona.


Baca juga artikel terkait GOOGLE DOODLE atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Teknologi)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight