Hadiah Non-Resmi Oscar: dari Sex Toy hingga Kedai Ganja

Penghargaan emas Oscar di toko suvenir di Hollywood Boulevard. Konsep kesuksesan dan kemenangan. FOTO/iStockphoto
Oleh: Joan Aurelia - 26 Februari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Lash Fary, orang di balik hadiah tak resmi Oscar.
tirto.id - Seorang pria tak rela melihat selebritas ternama pulang dengan perasaan sedih karena gagal mendapat piala Oscar. Ia punya ide menghadiahi para peraih nominasi dan presenter agar tak berkecil hati.

Nama laki-laki itu Lash Fary, seorang direktur firma pemasaran dan relasi publik. Dialah yang membuat para peraih nominasi mendapat kantong suvenir berisi berbagai hadiah bernilai sekitar $100.000 dolar atau Rp1,4 miliar. Ia menyebut kantong suvenirnya "swag bag" atau lebih panjang lagi "everyone wins goodie bag".

Sebagaimana dilaporkan Bustle dan Independent, swag bag tahun ini berisi Coda Signature (rangkaian produk makanan, perawatan tubuh, dan produk kesehatan yang berasal dari olahan marijuana), layanan terapi anti-fobia oleh Kalliope Barlis (terapis yang kerap jadi narasumber di sejumlah stasiun televisi AS), pelatihan olahraga personal bersama Alexis Seletzky (pelatih kebugaran dengan tarif seribuan dolar per sesi), keanggotaan VIP MOTA (tempat kongkow ramah ganja), paket liburan ke Galapagos, Islandia, Amazon, dan Costa Rica Panama, serta varian kosmetik berbahan dasar ganja.

Fary sudah memanjakan para peraih nominasi Oscar sejak 2006. Waktu itu komite Academy Awards memutuskan berhenti memberi suvenir kepada para nominator lantaran mereka terkena kewajiban audit IRS (lembaga pengawas pajak AS). Menurut IRS, hadiah berupa barang mewah yang diberikan kepada para selebritas bukan termasuk barang bebas pajak. Di lain sisi, pengurus Academy Awards enggan membebani penerima hadiah dengan pajak. Walhasil, komite membayar seluruh pajak hadiah.

Setahun setelah peristiwa itu, peran memberikan hadiah mahal diambil alih oleh Fary. Ia melihat pembagian goodie bag sebagai peluang meningkatkan pendapatan. Kebetulan, pertengahan 2000-an adalah masa ketika perusahaan-perusahaan retail menganggap selebritas sebagai medium pemasaran terbaik. Para pemilik dan pengelola perusahaan retail yakin barang-barang yang dipromosikan selebritas bakal laris.


Fary pun memanfaatkan celah tersebut dengan menghubungi berbagai perusahaan besar penghasil produk unik, termasuk yang isi swag bag Oscar 2016. Pada tahun itu, nominal hadiah peraih nominasi Oscar mencapai $232.000 dolar—sejauh ini, itulah yang termahal.

Quartz melaporkan para peraih nominasi 2016 mendapat pinjaman mobil Audi selama setahun senilai $45.000, wisata jalan kaki di Jepang selama 15 hari sebesar $54.000 dolar, perawatan vampire breast lift (pengencangan payudara dengan darah yang diambil dari tubuh), operasi plastik, mainan seks, kapas deodoran, paket menginap di hotel premium di Italia, dan wisata mewah keliling Israel.

Isi swag bag tahun itu pun disebut-sebut sebagai yang paling kontroversial. Pihak penyelenggara Oscar sempat menuntut Fary atas tuduhan pelanggaran hak cipta karena membuat publik berpikir bahwa suvenir yang diberikan adalah suvenir resmi Oscar. Mereka marah karena merasa citra Academy Awards dirusak oleh beredarnya goodie bag dengan barang seperti mainan seks, voucher operasi plastik, hingga liburan ke Israel yang sesungguhnya bukan hadiah resmi.

Kasus ini sempat sampai ke pengadilan dan berakhir damai. Fary diminta tidak mencantumkan embel-embel Oscar dalam goodie bag-nya.

Tak semua selebritas mau menerima goodie bag senilai ratusan dolar. Menurut catatan Atlantic, aktris Sandra Oh menolaknya George Clooney serta beberapa pesohor lain menyumbangkannya untuk kegiatan amal. Tapi mereka cuma minoritas. Sebagian besar justru menikmati seluruh hadiah yang ditawarkan. Gwyneth Paltrow, misalnya, memanfaatkan paket wisata yang ada dalam goodie bag untuk bulan madu bersama Chris Martin, yang saat itu menjadi suaminya.



Swag bag tidak hanya ada di Oscar. Fary pun membuat kantong suvenir untuk ajang penganugerahan lainnya semisal Grammy Awards, Tony Awards, dan MTV Movie Awards. Di antara tiga ajang penghargaan tersebut, Grammy Awards adalah ajang yang menghamburkan suvenir mewah untuk para pesohor.

Hollywod Reporter melaporkan pada 2019, pria yang mendirikan perusahaan marketing Distinctive Assets ini menyiapkan goodie bag untuk para penampil Grammy saat gladi bersih dan acara after party.

Beberapa hadiah dalam goodie bag Oscar kebanggaan Fary adalah gawai meditasi berteknologi virtual reality, pinjaman perhiasan bikinan tangan selama setahun dari dua produsen perhiasan, dan produk aksesori untuk memperindah sepatu.

“Para selebritas juga diberi lolipop yang dicampur dengan kelopak bunga dan emas 24 karat, paket menginap di wellness retreat, produk madu Manuka yang bermanfaat untuk suara, dan berkendara menggunakan limo,” ujarnya.

Fary mengaku hadiah-hadiah itu membuatnya dekat dengan para selebritas. Pada ajang Grammy, ia jadi orang yang disapa ramah oleh Rihanna. Tapi tak hanya selebritas yang menyanjungnya. Para klien pemilik produk selalu pun menanti ajakan Fary menjelang bulan-bulan ajang penghargaan.

Baca juga artikel terkait OSCAR 2019 atau tulisan menarik lainnya Joan Aurelia
(tirto.id - Marketing)

Penulis: Joan Aurelia
Editor: Windu Jusuf
DarkLight