Habis Buka Pariwisata Bali, Kini Luhut Malah Minta Turis Dibatasi

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 19 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Wakil Ketua Komite COVID-19 Luhut Pandjaitan mengatakan pembatasan wisatawan dilakukan untuk menekan angka Corona di Bali.
tirto.id - Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan mengatakan telah memiliki rencana untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di Bali. Luhut yang juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan pengurangan jumlah wisatawan dilakukan dengan membatasi pariwisata di Bali.

“Saya kira kami juga tidak ingin membuka turis Bali langsung tanpa batas. Tadi saya barusan telepon dengan Gubernur Bali. Jadi memang kita akan batasi,” ucap Luhut dalam konferensi pers, Jumat (18/9/2020).

Luhut mengatakan beberapa langkah pembatasan pariwisata diterapkan dengan penerapan syarat wajib rapid test untuk turis yang berasal dari luar Bali. Ia mengatakan langkah itu diharapkan bisa menekan penyebaran.

Upaya lain termasuk mengurangi sejumlah aktivitas di Bali. Misalnya, mengurangi aktivitas keagamaan dan sesajen. Pengurangan aktivitas juga mencangkup perkantoran.

“Dengan begitu turis pun sementara dua minggu ini agak mereka kurangi, tidak ditutup seperti sebelumnya total. Sehingga ekonomi masih bergerak,” ucap Luhut.

Luhut mengatakan di tengah pengurangan aktivitas itu, pemerintah akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Bali, mulai dari rumah sakit sampai ICU.

“Sementara itu RS masih kami perbaiki. Jadi ICU diperbaiki sekarang sehingga lebih bagus, manajemen RS diperbaiki, sehingga kami berharap itu akan mengurangi tingkat kematian,” ucap Luhut.

Sebelumnya, Bali sempat resmi membuka pariwisatanya kembali, Kamis (30/7/2020). Waktu itu Luhut juga hadir dalam pembukaan bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Pembukaan pariwisata kembali itu diharapkan dapat membuat ekonomi Bali kembali berdenyut. Meski demikian pembukaan ini dinilai merupakan ide buruk oleh sejumlah epidemiolog lantaran bakal menyebabkan peningkatan kasus.

“Kami membuka Bali ini bukan asal dibuka, semua itu berangkat daripada berapa jumlah yang infeksi, berapa jumlah yang sembuh berapa tadi mortality rate-nya,” ucap Luhut dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2020).


Baca juga artikel terkait PARIWISATA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight