Gunungkidul Banjir: Wisata Lesu

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 2 Desember 2017
Sejak terjadi bencana tanah longsor dan banjir di Gunungkidul, wisatawan yang berkunjung ke pantai menurun drastis.
tirto.id - Pengelola wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan lesunya wisatawan yang berkunjung ke pantai akibat adanya bencana banjir dan tanah longsor di wilayah ini.

Salah satu pelaku wisata dan pengelola rumah makan di Pantai Ngandong Rujimantoro di Gunungkidul, Sabtu (2/12/2017), mengatakan sejak terjadi bencana tanah longsor dan banjir di wilayah ini, wisatawan yang berkunjung ke pantai mengalami penurunan drastis.

"Wisata pantai tidak terdampak Badai Cempaka, tapi jumlah pengunjung turun drastis dan lesu," kata Rujimantoro.

Ia mengaku banyak wisatawan yang sudah memesan masakan laut dari 28 November dibatalkan dan minta dijadwal ulang. Mereka memesan kembali di atas 10 Desember atau setelah dampak Badai Cempaka dan Badai Dahlia kembali normal.

"Banyak pesanan makanan yang sudah dipesan dibatalkan dan dijadwal ulang. Kami tidak bisa berbuat banyak, kami hanya bisa pasrah," kata Rujimantoro.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan saat ini Baron cukup rawan karena luapan sungai bawah tanah. Gelombang di laut selatan kondisinya masih landai, tetapi air laut saat ini berwarna coklat karena dampak dari banjir kemarin.

"Dari Pantai Kukup ke timur sampai Pantai Indrayanti masih aman untuk dikunjungi," katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada 30 November tercatat ada sekitar 2.911 penduduk di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang masih mengungsi karena rumahnya masih terimbun tanah dan tergenang banjir.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Ruti Sulastri mengatakan saat ini petugas gabungan masih melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya tertimpa longsor, terisolir dan tergenang banjir.

Banjir ini merupakan dampak dari hujan lebat yang turun terus menerus beberapa hari terakhir karena Badai Cempaka.

Baca juga artikel terkait CUACA BURUK atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight