Gunung Merapi Hari ini: 36 Kali Gempa Guguran, Status Masih Siaga

Oleh: Alexander Haryanto - 20 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 36 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-20 mm dan lama gempa 22-167 detik.
tirto.id - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami 36 kali gempa guguran, 8 kali gempa hembusan, 4 kali gempa low frequency dan 1 kali gempa hybrid/fase banyak.

Fenomena itu terjadi pada hari ini, Senin, 20 September 2021 berdasarkan pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB. Sampai saat ini, status Gunung Merapi masih dinyatakan siaga level 3.

Sementara potensi bahaya saat ini adalah guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Berikut adalah aktivitas Gunung Merapi berdasarkan laporan dari laman resmi magma.esdm.go.id.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab\Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 17-24°C. Kelembaban 68-99%. Tekanan udara 567-709 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 36 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-20 mm dan lama gempa 22-167 detik.
  • 8 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-12 mm, dan lama gempa 8-17 detik.
  • 4 kali gempa low frequency dengan amplitudo 10-11 mm, dan lama gempa 5-9 detik.
  • 1 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.5 detik dan lama gempa 6 detik.


Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.



Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight