Menuju konten utama
Erupsi Gunung Merapi

Gunung Merapi Erupsi, BPPTKG: Waspada Bahaya Lahar Saat Hujan

Selain guguran lava pijar dan awan panas potensi bahaya erupsi Gunung Merapi juga bisa berupa banjir lahar saat terjadi hujan di sekitar Merapi. 

Gunung Merapi Erupsi, BPPTKG: Waspada Bahaya Lahar Saat Hujan
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (30/6/2021). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.

tirto.id - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jogja dan Jawa Tengah saat ini hingga saat ini masih berstatus level III atau siaga.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan teramati adanya asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 75-100 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi pada periode pengamatan Kamis (21/10/2021) pukul 00:00-06:00 WIB.

BPPTKG juga menginformasikan, selain asap kawah, pada periode pengamatan yang sama juga teramati adanya guguran lava pijar sebanyak 12 kali dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah barat daya.

Saat ini, potensi bahaya akibat erupsi Gunung Merapi berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Selain guguran lava pijar, awan panas dan lontaran material, potensi bahaya akibat erupsi Gunung Merapi juga bisa berupa banjir lahar. BPPTKG mengimbau masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Berikut aktivitas terkini Gunung Merapi menurut BPPTKG.

Aktivitas Gunung Merapi Terkini

Periode pengamatan

21-10-2021 00:00-06:00 WIB

Lokasi Gunung Merapi

Merapi (2968 mdpl),

Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten,

Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah

Meteorologi

Cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara. Suhu udara 16.5-22 °C, kelembaban udara 76-90 %, dan tekanan udara 655.9-719.6 mmHg.

Visual

● Gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 75-100 m di atas puncak kawah.

● Tetamati guguran lava sebanyak 12 kali jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya.

Kegempaan

■ Guguran

(Jumlah : 62, Amplitudo : 3-24 mm, Durasi : 33.6-186.2 detik)

■ Hembusan

(Jumlah : 1, Amplitudo : 9 mm, Durasi : 23.1 detik)

■ Hybrid/Fase Banyak

(Jumlah : 1, Amplitudo : 5 mm, S-P : 0.3 detik, Durasi : 9.4 detik)

Tingkat aktivitas

Gunung Merapi Level III (Siaga)

Rekomendasi BPPTKG

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan lainnya dari Nur Hidayah Perwitasari

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya