Menuju konten utama

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lontarkan Abu Setinggi Tiga Kilomter

PVMBG Badan Geologi merekomendasikan masyarakat tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lontarkan Abu Setinggi Tiga Kilomter
Gunung Anak Krakatau. foto/https://magma.vsi.esdm.go.id/img/crs/VEN_KRA20220422175408.png

tirto.id - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi melaporkan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung, mengalami erupsi pada pukul 15.19 WIB, Kamis (11/5/2023).

"Tinggi kolom abu teramati ± 3.000 m (3 km) di atas puncak atau kurang lebih 3.157 m di atas permukaan laut (MDPL)," kata Kepala Badan Geologi, Sugeng Mujiyanto dalam keterangan tertulis.

Mujiyanto menjelaskan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 12 detik.

"Tidak terdengar suara dentuman," ucapnya.

Saat ini, kata Mujiyanto, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III atau Siaga.

"Oleh karena itu, Badan Geologi mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif," kata dia.

Sejak kelahiran Gunung Anak Krakatau pada Juni 1927 hingga saat ini, erupsi berulang kali terjadi sehingga gunung tersebut tumbuh semakin besar dan tinggi.

Karakter letusan Gunung Anak Krakatau berupa erupsi eksplosif dan erupsi efusif. Waktu istirahat letusan gunung berapi tersebut berkisar antara satu sampai enam tahun.

Erupsi itu menghasilkan abu vulkanik dan lontaran lava pijar serta aliran lava yang perlahan membangun tubuh gunung api tersebut.

Baca juga artikel terkait ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Gilang Ramadhan