Gubernur: Pemugaran Kesultanan Banten Habiskan Rp60 Miliar

Oleh: Hendra Friana - 3 November 2018
Pemugaran bangunan-bangunan tua di area wisata kesultanan Banten tersebut bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
tirto.id - Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan proyek revitalisasi Kesultanan Banten Lama menghabiskan dana sekitar Rp 60 miliar. Sementara untuk revitalisasi kanal yang berbeda di sekitar lokasi wisata menghabiskan anggaran sekitar Rp 30 miliar.

Wahidin mengatakan, pemugaran bangunan-bangunan tua di area wisata kesultanan Banten tersebut bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menjaga aset peninggalan kebudayaan lama Banten.

Menurut Wahidin, dirinya dan banyak pihak ingin membangun lagi kota santri di Kesultanan Banten Lama. Sehingga nantinya masyarakat yang melakukan kunjungan bisa mengetahui sejarah Kesultanan Banten Lama ini.

‎"Ini kan akan jadi ikon dan orang ke sini harus bisa lihat sejarah. Makannya pembangunan ini akan diuji berhasil apa enggak. Proses pembangunan ini harus kita tata rapi," kata Wahidin, di Kesultanan Banten Lama, Serang, Banten, Sabtu (3/11/2018).

Mantan Walikota Tangerang itu juga berharap Kesultanan Banten dapat memberikan harapan baru sebagai kota peradaban, dan santri yang berjuang melawan Belanda di era kolonial.

"Ada pengkajian kitab Syekh Nawawi untuk membagikan revolusi Islam di Banten. Rumah debus, Tahfiz, pemugaran rumah para sultan dulu, jadi suasana kehidupan seni dan lain-lain," imbuhnya.

Presiden Joko Widodo juga diagendakan mengunjungi proyek revitalisasi Kesultanan Banten Lama. Menurut Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, kedatangan Presiden Jokowi diapresiasi oleh masyarakat Banten‎ lantaran proyek tersebut bisa menjadi wisata internasional di masa akan datang.

"‎Jadi ini kegembiraan rakyat ada rektor dan kesultanan Banten, artinya menyambut kepala negara menengok Banten Lama, kami sebagai masyarakat Banten merasa bergembira," tutur Asep dalam kesempatan yang sama.



Baca juga artikel terkait BANTEN atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight