Gubernur Anies Ingin Kampung Akuarium Jadi Kawasan Wisata Budaya

Oleh: Fadiyah Alaidrus - 9 Oktober 2019
Kawasan wisata budaya-sejarah yang dicanangkan adalah dari mulai Masjid Luar Batang, Pelabuhan Sunda Kelapa, Kampung Akuarium, sampai ke Kota Tua.
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan rencana terkait dengan menjadikan Kampung Akuarium di Jakarta Utara sebagai kawasan wisata dan cagar budaya.

"Nanti tempat ini benar-benar menjadi semacam kawasan wisata budaya-sejarah, dari mulai Masjid Luar Batang, kemudian Pelabuhan Sunda Kelapa, kemudian Kampung Akuarium, terus ke bawah sampai ke Kota Tua," jelas Anies saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/10/2019).

Anies pun menyampaikan akan mengikuti ketentuan terkait penentuan cagar budaya, serta mendengarkan masukan dari masyarakat, hingga para pakar.

Selain itu, usai warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara digusur pada 2016, Pemprov DKI juga berencana membangun kampung tersebut dengan konsep rumah berlapis. Pembangunan tersebut menjadi salah satu realisasi kontrak politik warga dengan Gubernur Anies.

Pembangunan akan direalisasikan pada 2020 mendatang. Hal tersebut diutarakan langsung oleh Kepala Bidang Pembangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Triyanto.

"Jumlahnya 142 unit dalam bentuk rumah lapis," kata Triyanto saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (8/10/2019).

Rumah berlapis yang dimaksud Triyanto akan dibangun secara vertikal, layaknya rumah susun. Namun, rumah berlapis maksimal hanya memiliki empat lantai saja.

"Tipe 27 meter persegi. Rumah lapis itu tingginya maksimal empat lantai," kata Triyanto.

Pihaknya saat ini sedang melelang rencana desain (detail engineering design/DED). Desain itu untuk mengembangkan konsep penataan yang telah diusulkan warga Kampung Akuarium dalam program penataan kampung dengan community action plan (CAP).


Baca juga artikel terkait KAMPUNG AKUARIUM atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus
(tirto.id - )

Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Irwan Syambudi
DarkLight