Grab Gandeng Hyundai Siapkan Mobil Listrik di Indonesia

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 17 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Grab berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem moil listrik di Indonesia, melalui kerja sama dengan Hyundai untuk pengembangan kendaraan listrik roda empat.
tirto.id - Perusahaan jasa layanan transportasi, Grab optimistis akan mengembangkan investasi dalam ekosistem kendaraan listrik dan layanan kesehatan daring (e-healthcare), di tengah kemungkinan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Hal tersebut dibuktikan dengan komitmen investasi di Indonesia sebesar 2 miliar dolar AS dari Softbank.

“Pengembangan ekosistem kendaraan ini listrik berjalan baik dengan respons yang positif dari pemerintah dan dunia usaha. Kami sudah menjalankan kerja sama dengan Hyundai untuk pengembangan kendaraan listrik roda empat yang akan bisa dinikmati penumpang kami dalam waktu dekat,” ujar Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam acara Deal Street Asia PE-VC Summit di Jakarta (15/1/2020), dalam rilis yang diterima Tirto.

Deal Street Asia adalah adalah platform informasi bagi investor internasional dan regional dalam memahami perkembangan pasar Asia.

Deal Street Asia didirikan di Singapura pada 2014 dan sejak April 2019 menjadi bagian dari Nikkei, Jepang.

Ridzki melanjutkan, pengembangan kendaraan listrik tidak terbatas pada kendaraan roda empat melainkan juga roda dua.

Grab sudah menggandeng sejumlah produsen sepeda motor, yakni Gesits dan Astra Honda Motor untuk proyek besar ini.

Ridzki percaya pengembangan kendaraan listrik oleh Grab akan mengubah wajah Asia Tenggara karena akan menurunkan pencemaran udara dan biaya transportasi yang ditanggung masyarakat.

Visi Gran adalah membawa konsorsium pemimpin global dalam kendaraan listrik ke Asia Tenggara dan membangun armada kendaraan listrik terbesar dalam sektor ride hailing atau yang oleh masyarakat sering disebut transportasi online.

“Bagi kami ini soal memberi manfaat kepada masyarakat luas. Itulah nilai yang kami percayai dan terus kami kembangkan,” papar Ridzki.

Ridzki bersyukur Grab kini memiliki kecukupan modal yang baik sehingga tidak terlalu risau mengenai penggalangan dana (fund raising) dalam mengembangkan perusahaan.

“Inilah faktor kunci dalam membangun bisnis yang solid. Ke depan, kami harus memanfaatkan dana ini secara efisien dan efektif dengan manajemen portofolio yang baik” kata Ridzki.

Ridzki menjelaskan bahwa saat ini Grab telah beroperasi di 234 kota di Indonesia. Riset Centre for International and Strategic Studies (CSIS) dan Tenggara Strategic juga mencatat Grab telah memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar Rp49,8 triliun dan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 300 ribu mitra Grab yang sebelumnya tidak bekerja.

Dengan semangat yang sama Grab bersemangat membantu pengembangan ibu kota baru. Komitmen tersebut telah disampaikan oleh Grab dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta (10/1).

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ridzki, CEO Grab Anthony Tan, dan Chairman & CEO Softbank Group Masayoshi Son, dibahas mengenai rencana pembangunan smart city yang ramah lingkungan, baik di ibu kota baru maupun berbagai kota di Indonesia.

Ucapkan Selamat ke Nadiem

Ditanya mengenai penunjukan pendiri dan CEO Gojek Nadiem Makarim sebagai menteri dalam pemerintahan Jokowi, Ridzki mengatakan pihaknya sangat gembira karena itu adalah sinyal positif bahwa pemerintah melihat pentingnya perubahan, tidak hanya sekedar jargon tapi dengan tindakan nyata.

“Kami gembira, bahkan kami membuat ucapan selamat secara resmi ke media dan kepada Nadiem sendiri. Bagi saya, Nadiem adalah kolega sesama disruptor industri. Memang tak terbayangkan sebelumnya pemimpin startup bisa menjadi anggota kabinet, tapi ini artinya pemerintah memang menyambut baik perubahan. Ini sinyal positif,” kata Ridzki.


Baca juga artikel terkait GRAB atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Marketing)

Sumber: pers rilis
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH
DarkLight