Gol Babel ke Jala Liverpool Belum Buktikan Van Dijk Punya Kelemahan

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 18 Maret 2019
Dibaca Normal 2 menit
Virgil van Dijk sempat bikin blunder, namun performanya dalam duel Fulham vs Liverpool tidak bisa dibilang buruk.
tirto.id - Normalnya, jika Anda membuka profil pesepakbola top Eropa, laman Whoscored akan menyebutkan beberapa poin yang jadi kelemahan si pemain. Saat Anda membuka profil Cristiano Ronaldo misalnya, mereka menulis kelemahan pemain kelahiran Madeira itu dua: kesadaran terhadap perangkap offside dan kontribusi untuk pertahanan yang relatif kecil.

Lalu contoh lain, jika Anda membuka profil Lionel Messi, Whoscored akan menyebutkan kalau titik lemah "si alien" itu tak beda jauh dari Ronaldo: kontribusinya terhadap pertahanan minim.

Lucunya, hal seperti ini tidak berlaku untuk Virgil van Dijk. Saat Anda membuka laman profil bek berkebangsaan Belanda itu, Whoscored cuma menulis: "pemain ini tidak punya kelemahan signifikan".

Van Dijk memang layak disebut wujud paling sempurna seorang bek di era sepakbola modern. Dia punya kemampuan passing dan konsentrasi mumpuni, ditambah kepiawaian melakukan duel udara. Dia juga punya kelebihan dalam melakukan overlap untuk menuntaskan bola mati.

Awal Februari lalu, statistik LFC Stats menyebutkan pemain asal Belanda itu belum pernah sekali pun dilewati lawan dengan dribel di pertandingan Liga Inggris dan Liga Champions.

Maka, tidak heran kalau pelatih Jurgen Klopp menyebut van Dijk sebagai pemain vital bagi perjalanan The Reds memperbaiki prestasi selama dua musim terakhir.

"Jika Anda melihat dan mendengar dia di dekat Anda, Anda akan berpikir ada jarak yang luar biasa antara diri Anda dengan dia karena dia benar-benar impresif," kata Klopp mendeskripsikan anak asuhnya itu, seperti dilansir The Guardian.

Akan tetapi, sehari sebelum kickoff laga pekan 31 Liga Inggris, Minggu (17/3/2019) kemarin, striker Fulham yang juga eks pemain The Reds, Ryan Babel mengatakan dia tahu kelemahan van Dijk meski menolak berbicara secara spesifik soal itu.

"Virgil jelas telah berkembang beberapa tahun ini, dan dia bisa 30 persen lagi lebih baik. Saat ini dia baru mengeluarkan 70 persen dari potensinya dan bisa meningkat lagi lebih cepat. Dia punya kelemahan, saya tahu itu, namun tidak akan saya beri tahu kepada Anda," ujarnya.

24 jam setelah wawancara yang tayang di The Times itu, dalam laga di Stadion Craven Cottage, Babel yang jadi ujung tombak andalan Fulham benar mempermalukan van Dijk. Tepatnya pada menit 74, dia berhasil merebut bola dari kuasa van Dijk dan menceploskannya ke gawang Alisson Becker.

Fulham memang akhirnya gagal menang. Soalnya, di sisi lain Liverpool mampu mencetak dua gol, sekaligus menutup laga dengan skor 1-2. Namun, ada ketidakpuasan tim tamu dari penampilan tersebut, utamanya dari van Dijk sendiri.

"Itu [merujuk ke blunder] adalah situasi di mana saya ingin mengumpan ke belakang. Bolanya kelewat pendek dan sulit untuk diraih, dan Ryan [Babel] bisa melakukan intersep dengan baik untuk mencetak gol," ujarnya.


Masih Sekadar Gertakan

Kendati terbukti mampu mencetak gol dengan memaksimalkan kesalahan van Dijk, James Milner menilai apa yang dilakukan Babel sekadar keberuntungan.

Bagi Milner, gol itu tidak serta merta membuktikan Babel mampu menaklukkan van Dijk. Milner bahkan merasa blunder itu adalah tanggung jawabnya dan tak memiliki sangkut paut dengan performa van Dijk.

"Kami kurang tenang mengendalikan bola dan tidak menghasilkan banyak peluang, lalu jelas kalau blunder saya membuat lawan sempat di atas angin," ucap Milner seperti dilansir laman resmi klub.

Pemain berkebangsaan Inggris itu barangkali benar belaka. Jika meninjau reka ulang video rekaman gol, blunder memang tidak bisa dilepaskan dari ketergesaan Milner yang justru mengumpan ke belakang tanpa mempertimbangkan posisi van Dijk, dan Babel berpotensi membahayakan gawang tim tamu.



Di luar konteks kesalahannya, sepanjang pertandingan van Dijk tidak bisa dikatakan tampil buruk. Eks penggawa Southampton itu bahkan punya rapor paling moncer. Persentase akurasi umpannya (91 persen) jadi yang paling tinggi dibanding 21 pemain lain.

Berdasarkan data Whoscored, jumlah kemenangan duel udara van Dijk juga salah satu yang tertinggi. Angkanya mencapai empat alias paling banyak dibanding bek-bek lain (cuma diimbangi Joel Matip).

Sedangkan secara duel satu lawan satu, van Dijk terbukti lebih sering bikin Babel Mati Kutu. Faktanya, performa impresif van Dijk membuat Babel frustrasi dan cuma mampu melakukan dua tembakan.

Sama seperti Milner, pelatih Jurgenn Klopp merasa van Dijk tidak tampil mengecewakan. Dia menampik argumen kalau lawan, khususnya Babel, bisa mendeteksi ada kelemahan dari si pemain dan mengeksploitasinya dengan maksimal.

"Itu [gol Fulham] cuma karena intensitas, Trent mengumpan, lalu dilanjutkan ke belakang, sekali umpan dan Babel bisa merebutnya. Situasinya menyakitkan, tapi itu normal," papar Klopp.

Usai pertandingan, Babel sendiri tak berani lagi sesumbar soal "kelemahan" van Dijk yang sebelumnya dia dengungkan. Dia bahkan mengakui kalau golnya ke gawang Liverpool sekadar keberuntungan.

"Yang saya lakukan sebenarnya perjudian. Saya tidak yakin sebelumnya kalau kiper tidak akan bisa menghentikan saya. Saya rasa sebenarnya saya cuma beruntung," ungkapnya.

Di sisi lain, van Dijk tidak mau berpolemik dengan Babel. Baginya, gertakan Babel sebelum pertandingan hanya sebuah lelucon yang akan dia balas pula dengan lelucon lain saat keduanya bertemu di kamp latihan Timnas Belanda pekan ini.

"Tentu saja saya sedikit benci karena dia mencetak gol sehingga tim kami [Liverpool] tidak bisa cleansheet, jadi besok saat kami di pesawat menuju Belanda saya akan bilang ke dia soal itu," gurau van Dijk.

Saat ini Liverpool memimpin klasemen sementara Liga Inggris dengan 76 poin. Namun, mereka Cuma berjarak dua angka dari runner-up Manchester City yang menabung satu pertandingan sisa lebih banyak.


Baca juga artikel terkait LIGA INGGRIS atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Mufti Sholih