Menuju konten utama
10 Maret 1872

Giuseppe Mazzini: Patriot Italia, Inspirasi Para Pemimpin Dunia

74 tahun setelah Mazzini meninggal, monarki Italia runtuh dan digantikan oleh negara modern dengan nama Republik Italia.

Giuseppe Mazzini: Patriot Italia, Inspirasi Para Pemimpin Dunia
Ilustrasi Mozaik Giuseppe Mazzini. tirto.id/Tino

tirto.id - “Saya sangat terharu bisa berdiri di depan Monumen Mazzini. Kami (Amerika Serikat) telah mempelajari kehidupan Mazzini sebagai suatu kebanggaan. Dan saya sangat senang semangatnya telah turun ke generasi kami. […] Saya berdiri di hadapan monumen ini untuk membawa salam saya dan Amerika Serikat sebagai penghormatan kepada Mazzini yang agung dan terhormat.”

Demikian pernyataan Presiden AS Woodrow Wilson saat berkunjung ke Monumen Mazzini di Genoa, Italia, pada tahun 1919. Wilson adalah satu dari sekian banyak tokoh dunia yang menjadikan Giussepe Mazzini sebagai panutan. Ia kerap membaca tulisan-tulisan Mazzini dengan cermat sebagai salah satu acuan dalam membuat kebijakan di tingkat domestik dan global.

Ide-ide Mazzini memiliki daya tarik luar biasa bagi generasi nasionalis progresif dan pemimpin revolusioner di abad ke-20. Kehidupan dan tulisannya mengilhami beberapa gerakan patriotik dan antikolonial di seluruh dunia. Bahkan, tokoh gerakan nasionalis seperti Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru, dan Sun Yat Sen menjadikan tulisan-tulisan Mazzini sebagai dasar pergerakan.

Menjadi Aktivis Politik

Giuseppe Mazzini lahir di Genoa pada 22 Juni 1805. Ia berasal dari keluarga kelas menengah. Bapaknya, Giacomo Mazzini, adalah dokter yang cukup tersohor. Nasib baik inilah yang membuatnya dapat menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi.

Pada 1819, Mazzini melanjutkan studi hukum dan sastra di Universitas Genoa. Ia sangat senang terhadap filsafat dan sejarah. Karya-karya dari Wolfgang von Goethe, Gottfired Herder, dan para filsuf serta sastrawan lain menjadi santapannya.

Bersamaan dengan itu, kepekaan sosial Mazzini juga terpantik. Situasi tempat ia tumbuh besar berada di lingkup pemerintahan autokratik, yakni di bawah kendali Kerajaan Piedmont-Sardinia yang absolut dan konservatif. Ia ingin membebaskan tanah kelahirannya dari jeratan tersebut. Lebih dari itu, ia hendak menyatukan seluruh daratan Italia yang saat itu terpecah ke dalam beberapa kerajaan, menjadi satu negara kesatuan. Benih nasionalisme dan kebebasan yang disebarkan Napoleon Bonaparte saat menduduki Semenanjung Italia telah tersemai di dalam dirinya.

Setelah lulus pada tahun 1827, ia berprofesi sebagai pengacara yang banyak membela rakyat miskin. Kedekatannya dengan golongan bawah membuat namanya semakin melambung. Ia dengan cepat dikenal sebagai aktivis politik paling terkemuka. Di tahun yang sama, Mazzini bergabung dengan organisasi rahasia bernama Carbonari yang bertujuan menyusun rencana pembebasan Italia.

Namun, harapan membebaskan Italia melalui garis perjuangan Carbonari tidak sesuai dengan bayangan Mazzini. Ia hanya mendapatkan rancangan yang sifatnya konspirasi, bukan langkah konkret. Baginya, perjuangan untuk Italia membutuhkan sarana politik dan program revolusioner yang jelas. Alhasil, ia pun keluar dari organisasi itu.

Mazzini kemudian dikejar-kejar aparat. Pergerakannya membuat panas pemerintah dan membawanya hidup dari pengasingan ke pengasingan. Dari tahun 1827 sampai 1830, ia berpindah-pindah dari Italia, Inggris, dan Prancis.

Membentuk Italia Muda

Hidup di pengasingan membuat pemikiran Mazzini semakin tajam. Pada tahun 1831 di Prancis, ia mendirikan organisasi Italia Muda yang berisikan orang-orang buangan dari Italia. Merujuk buku A Cosmpolitanism of Nations: Giuseppe Mazzini on Democracy, Nation Building, and International Relations (2009) yang disunting Stefano Recchia dan Nadia Urbinanti, Italia Muda mempromosikan cita-cita patriotik di antara kelas menengah terdidik. Tujuannya agar tercipta persatuan untuk melahirkan pemberontakan terkoordinasi di seluruh semenanjung Italia. Kelak dikenal sebagai gerakan Risorgimento.

Dalam organisasi inilah Mazzini semakin progresif dan berani mewujudkan cita-cita penyatuan Italia—kelak dikenal sebagai gerakan Risorgimento. Surat kabar dibuat secara matang agar dapat menjadi alat propaganda. Tujuannya supaya pemikirannya terkait nasionalisme semakin tersebar luas di kalangan masyarakat.

Bagi Mazzini, sebagaimana dipaparkan Derek Beales dan Eugenio F. Biagini dalam The Risorgimento and The Unification of Italy (2013), Italia sudah sedari dahulu ditakdirkan menjadi bangsa dan negara berdaulat oleh Tuhan. Namun, kehadiran raja dan pendeta menghalangi rencana Tuhan tersebut.

Alih-alih membawa kebaikan, kehadiran keduanya justru merusak dan menghambat kemajuan bangsa. Maka itu, untuk membawa rakyat Italia ke dalam kemajuan, monarki harus diubah dan diganti dengan bentuk republik sebagai ekspresi demokrasi yang menjadi jalan terbaik. Bagi Mazzini, bentuk republik menjamin kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan semua warga negara.

Mazzini beranggapan jika organisasinya berhasil menyatukan Italia dalam bentuk republik, tindakannya akan menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa tertindas di seluruh Eropa. Jika seluruh Eropa mengikuti jejaknya, maka perdamaian dan kesejahteraan global di masa depan akan tercipta. Dan satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah dengan melakukan pemberontakan.

Hingga tahun 1840-an, banyak pemuda yang ikut serta dalam pergerakannya, termasuk terjun ke lapangan untuk memberontak—meskipun banyak yang berujung pada kegagalan. Salah satu yang bergabung dan terpengaruh atas gagasan Mazzini adalah Giuseppe Garibaldi. Kelak, Garibaldi menjadi sosok pahlawan pemersatu Italia. Di tangan Garibaldi, terjadi serangkaian Perang Kemerdekaan yang membuat segregasi politik di semenanjung Italia runtuh hingga berujung pada proklamasi penyatuan Italia.

Berada di Balik Layar

Setelah hampir satu dekade di pengasingan, Mazzini pulang kampung pada tahun 1849 untuk mengikuti Perang Kemerdekaan Pertama (1848-1849). Ia mengusir Paus dan memproklamasikan bentuk republik di Negara Kepausan. Di tangan Mazzini, Negara Kepausan menjelma menjadi Republik. Mengutip Britannica, keberhasilan Mazzini menjadikannya sebagai seorang patriot. Ia lantas menjadi kepala pemerintahan yang akan melakukan reformasi gereja dan sosial.

Namun, usia pemerintahannya sangat pendek. Paus yang meminta bantuan Prancis dan beberapa negara Katolik berhasil menggulingkan Mazzini. Ia terpaksa angkat kaki untuk kesekian kalinya dari Italia dan harus menjalani kehidupan di pengasingan lagi.

Atas peristiwa ini, langkah Mazzini pun berubah. Stefano Recchia dan Nadia Urbinanti menyebut, Mazzini perlahan melepaskan diri dari kepopuleran pergerakan di Italia. Dari tahun 1850-an, ia lebih banyak berada di balik layar. Dari tempat pengasingannya di London, ia lebih sering menulis gagasannya yang dituangkan ke dalam buku, surat kabar, dan jurnal. Selain itu, Mazzini juga kerap merancang beberapa pemberontakan untuk dijalankan para militan.

Infografik Mozaik Giuseppe Mazzini

Infografik Mozaik Giuseppe Mazzini. tirto.id/Tino

Perubahan sikap Mazzini dilandasi kekecewaan terhadap pergerakan di Italia yang bergantung pada Kerajaan Piedmont-Sardinia yang telah mendominasi Semenanjung Italia. Ketergantungan itu akan melahirkan unifikasi Italia yang berbentuk monarki, bukan republik sebagaimana yang ia cita-citakan.

Mazzini khawatir gerakan nasional akan dieksploitasi dan menjelma menjadi gerakan nasionalisme yang bersifat chauvinistik. Menurutnya, pergerakan seharusnya tidak hanya untuk menyatukan Italia, tetapi juga memperhatikan bentuk pemerintahan yang akan dibuat.

Namun, kritikan Mazzini tampaknya menjadi angin lalu. Murid-muridnya di Italia Muda, salah satunya Garibaldi, tetap melanjutkan pemberontakan di bawah pengaruh Piedmont-Sardinia. Sampai akhirnya Italia resmi bersatu dengan nama Kerajaan Italia pada 1861.

Meski demikian, Mazzini tetap mengkritik dan sesekali memimpin pemberontakan. Namun, usahanya selalu berujung kegagalan dan ia menjadi buronan kepolisian.

Mazzini meninggal pada 10 Maret 1872, tepat hari ini 150 tahun lalu. Ia mangkat dengan memendam kecewa karena cita-cita republiknya tidak terwujud. Namun, 74 tahun setelah kepergiannya, monarki Italia runtuh dan digantikan oleh negara modern dengan nama Republik Italia.

Baca juga artikel terkait ITALIA atau tulisan lainnya dari Muhammad Fakhriansyah

tirto.id - Politik
Kontributor: Muhammad Fakhriansyah
Penulis: Muhammad Fakhriansyah
Editor: Irfan Teguh Pribadi