Getaran Gempa Padang Sidempuan Dirasakan Warga Sibolga dan Tapteng

Oleh: Ibnu Azis - 1 Maret 2018
Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi.
tirto.id - Guncangan gempa yang diketahui berpusat di sekitar Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis (1/3/2018) pagi pukul 08:35 WIB, dirasakan cukup kuat oleh masyarakat yang tinggal di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga.

Ibu Lidia Sitompul warga Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah mengaku cukup kaget karena kuatnya guncangan gempa yang dirasakannya. Sembari menggendong cucunya, ia lari dari rumah menyelamatkan diri.

Ia mengatakan bahwa merasakan ada goyangan, dan berselang beberapa detik langsung disusul guncangan yang kuat. Ia beserta keluarga lainnya keluar dari rumah dan berteriak gempa-gempa.

"Kami cukup trauma setiap terjadi gempa, mengingat Tapteng pernah dilanda gempa waktu musibah tsunami Nias beberapa tahun lalu," katanya.

Selain warga yang berada dalam rumah berhamburan, para pekerja juga tampak panik dan lari dari dalam kantor seperti yang terjadi di kantor keluarahan Pandan.

Hasil update analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi itu terletak pada koordinat 0,91 lintang utara dan 98,63 bujur timur tepatnya di laut pada jarak 37 km arah barat daya Kota Singkuang, Kabupaten Mandailing Natal pada kedalaman 98 km.

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG berupa guncangan yang dirasakan di beberapa daerah.

Mulai Aek Godang, Padang Sidempuan, Panyabungan, Sibuhuan, Gunung tua, Sipirok, Sibolga dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III-IV MMI), Nias, Lubuk Basung, Pariaman dan Pasaman I SIG-BMKG (II MMI).

Guncangan gempa bumi ini belum berpotensi menimbulkan kerusakan yang jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi.


Baca juga artikel terkait GEMPA PADANG atau tulisan menarik lainnya Ibnu Azis
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Ibnu Azis
Editor: Ibnu Azis