Menuju konten utama

Gerai 7-Eleven Tutup, Nasib Gaji & THR Karyawan Tak Jelas

Seluruh gerai 7-Eleven di Indonesia, yang dikelola oleh PT Modern Sevel Indonesia (MSI), mulai 30 Juni tidak akan beroperasi lagi.

Gerai 7-Eleven Tutup, Nasib Gaji & THR Karyawan Tak Jelas
Gerai seven eleven di Jakarta. tirto/andrey gromico

tirto.id - Seluruh gerai 7-Eleven di Indonesia, yang dikelola oleh PT Modern Sevel Indonesia (MSI), mulai 30 Juni tidak akan beroperasi lagi.

Karyawan pun terkena imbasnya, beberapa di antaranya mengeluhkan pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR) yang belum dituntaskan oleh perusahaan.

"Tanggal 24 Juni besok ditutup. Gaji sebulan terakhir ini belum dibayarkan, masih diupayakan," kata Sobihin, salah satu karyawan gerai 7-Eleven Tugu Tani, Jakarta Pusat, kepada ANTARA News, Kamis (22/6/2017) petang.

Sementara untuk THR, kata dia, perusahaan baru membayar setengah dari jumlah seharusnya. Hal ini juga dialami oleh semua karyawan gerai tersebut yang berjumlah delapan orang itu.

"Pembayarannya dicicil. Sudah dibayarkan dua kali yaitu 25 persen dan 25 persen, sisanya 50 persen lagi belum. Saya memohon kepada manajemen untuk memperhatikan karyawan yang telah berdedikasi, dan mengeluarkan hak-haknya," kata pria yang karib disapa Sobi itu.

Untuk ke depannya, lanjut dia, karyawan harus segera kembali mencari pekerjaan, apalagi tidak ada pesangon dari perusahaan.

"Karyawan, setelah ditutup, ya harus cari kerja lagi. Pesangon, tidak ada sama sekali. Saya setelah ini mau pulang kampung dulu," kata Sobi.

Sementara untuk gerai-gerai 7-Eleven lain di sekitar Tugu Tani, sudah terlebih dahulu ditutup, seperti di Cikini, yang terdapat tiga gerai.

"Semua gerai akan ditutup, kecuali yang di Rawamangun dan Mabes, untuk peralihan barang-barang dari gerai yang telah ditutup," ujar karyawan 7-Eleven lain yang enggan menyebutkan namanya.

Sebelumnya diberitakan, seluruh gerai 7-Eleven di Indonesia mulai 30 Juni ini tak akan lagi beroperasi. Hal ini seperti diungkapkan PT Modern Sevel Indonesia (MSI) selaku pemegang bisnis merek waralaba 7-Eleven.

Mengutip dari Keterbukaan Informasi yang dirilis 22 Juni lalu, Direktur PT Modern International Tbk (Persero) (PT MSI merupakan satu entitas anak PT Modern International), Chandra Wijaya mengungkapkan, penutupan ini karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menunjang kegiatan operasional gerai 7-Eleven.

"Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menunjang kegiatan operasional gerai 7-Eleven setelah Rencana Transaksi Material Perseroan atas penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convenience store di Indonesia," tulis Chandra.

Selain itu, sambung dia, PT MSI juga gagal melakukan kesepakatan dengan PT Chaeroen Pokphand Restu Indonesia dalam hal pengambilalihan kegiatan usaha.

"Hal-hal material yang berkaitan dengan yang timbul sebagai akibat dari pemberhentian operasional ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku dan akan diselesaikan secepatnya," demikian tulis Chandra.

Baca juga artikel terkait SEVEL atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Bisnis
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri