Gempa Terkini, BMKG: 8 Fakta Gempa Mentawai & Terasa Sampai Padang

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 17 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Gempa akibat timbukan lempeng lazimnya memiliki sumber gempa sesar naik (thrust fault).
tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa gempa yang mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat Selasa, (17/11/2020) pukul 08.44.07 WIB tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Menurut Daryono, magnitudo update gempa tersebut berdasarkan hasil analisis dari BMKG adalah 6.0 dan bukan 6.3.

Fakta Gempa Mentawai dan Gempa Padang


Berikut beberapa fakta soal gempa Mentawai 17 November 2020 yang terasa hingga Padang menurut BMKG.

1. Gempa ini termasuk gempa kuat.

Gempa ini memiliki magnitudo update 6,0 yang berpusat di laut dengan koordinat 2,90 Lintang Selatan dan 99,07 Bujur Timur, pada jarak 112 kilometer arah Barat Daya Kota Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

2. Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal.

Analisis update menunjukkan bahwa gempa ini hiposenternya berada di kedalaman 31 kilometer yang artinya pusat gempa ini berada di dalam Lempeng Indo-Australia dan bukan di Lempeng Eurasia.

3. Dirasakan di dalam wilayah luas.

Beberapa daerah yang merasakan guncangan gempa ini adalah Padang, Painan, Sipora, Solok, Mentawai, Sipora, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, Kepahiang, Pasaman, Kerinci, Payakumbuh, dan Solok Selatan.

4. Tidak disebabkan oleh aktivitas tumbukan lempeng.

Karena gempa ini bersumber di dalam Lempeng Indo-Australia maka gempa ini bukan merupakan gempa yang disebabkan oleh aktivitas tumbukan lempeng di zona megathrust.

Gempa akibat timbukan lempeng lazimnya memiliki sumber gempa sesar naik (thrust fault).

5. Dipicu oleh sesar transform.

Gempa ini memiliki mekanisme sumber berupa sesar geser (transform fault) yang tampaknya berkaitan dengan sumber gempa sesar geser pada Lempeng Indo-Australia di Samudra Hindia, yang dikenal dengan nama Investigator Fracture Zone (IFZ).

Struktur IFZ ini memanjang di Samudra Hindia relatif berarah utara-selatan dan di bagian ujung utara IFZ berdekatan dengan Zona Subduksi Sumatra.

6. Tidak berpotensi tsunami.

Gempa ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya masih dibawah 7,0 disamping juga karena mekanisme sumbernya yang berupa sesar geser.

7. Gempa semacam ini pernah terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Aceh pada tahun 2012.

Gempa dahsyat di Samudra Hindia sebelah barat Aceh pada 12 April 2012 berkekuatan 8,6 dan 8,1 merupakan contoh lain dari gempa yang berkaitan dengan sumber gempa Investigator Fracture Zone (IFZ).

8. Investigator Fracture Zone (IFZ) termasuk sumber gempa potensal bagi Pulau Sumatra.

Melihat aktivitas sumber gempa ini, maka ancaman bagi Pulau Sumatra bukan hanya aktivitas gempa yang bersumber dari tumbukan lempeng di Zona Megathrust, Sesar Mentawai, dan Sesar Besar Sumatra di daratan, akan tetapi gempa kuat juga dapat bersumber di Investigator Fracture Zone dekat subduksi lempeng di sebelah barat Sumatra.


Baca juga artikel terkait GEMPA PADANG atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight