Gempa Pacitan Hari Ini 14 Oktober dan Penjelasan Lengkap BMKG

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 14 Oktober 2020
Guncangan gempa dirasakan di Kecamatan Donorejo Kabupaten Pacitan – Jawa Timur dalam skala II MMI.
tirto.id - Kepala Stasiun Geofisika Sleman Yogyakarta, Agus Riyanto menegaskan bahwa gempa tektonik dengan magnitudo 3,6 yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur hari ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa yang terjadi pukul 12.44.51 WIB ini terletak pada koordinat 8.69 LS dan 110.90 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 61 km Barat Daya Pacitan - Jawa Timur pada kedalaman 29 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo Australia.

Dampak Gempa Pacitan


Menurut Agus melalui keterangan resmi yang diterima redaksi Tirto, guncangan gempa ini dirasakan di Kecamatan Donorejo Kabupaten Pacitan – Jawa Timur dalam skala II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda benda ringan yang di gantung bergoyang.

Selain itu, hingga pukul 14.20 WIB tidak terjadi gempa susulan dan belum tercatat adanya laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Rekomendasi BMKG


BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Pastikan pula informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.



Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight