Menuju konten utama

Garuda Indonesia Sampai Hemat Avtur Demi Kejar Untung

Fuad Rizal mengatakan, strategi yang dilakukan Garuda Indonesia untuk mengejar untung salah satunya yaitu menghemat bahan bakar avtur.

Garuda Indonesia Sampai Hemat Avtur Demi Kejar Untung
Pesawat Garuda Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

tirto.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan efisiensi untuk membuat perseroan untung. Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Fuad Rizal mengatakan, strategi yang dilakukan Garuda Indonesia untuk mengejar untung salah satunya yaitu menghemat bahan bakar avtur.

"Kami mengoptimalkan misalnya ada penerbangan 10, 10 pesawat tapi kami mepetin [memenuhi kuota pesawat] menjadi 7 penerbangan. Sementara 3 pesawat tak terbang jadi itu menghemat fuel kita. Dengan pengurangan konsumsi bahan bakar kami bisa hemat. Kan bisa dilihat dari bahan bakar konsumsi fuel kita turun," jelas Fuad di Kantor Garuda Indonesia, Cengkareng, Tangerang, Banten, Jumat (27/12/2019).

Selain melakukan penghematan bahan bakar, Garuda Indonesia akan tetap menerapkan harga tinggi untuk tiket pesawat. Ia menilai, mulai banyak pengamat dan masyarakat yang paham mengenai kondisi dari industri penerbangan. Maka dari itu, demi melanjutkan keberlangsungan dan keberadaan maskapai lokal ia mengklaim akan tetap mengambil keuntungan dari penjualan tiket pesawat.

"Kami berusaha memperlebar margin penjualan kami dengan menaikkan harga ke level TBA," terangnya.

Ia menjelaskan, ke depan bisnis kargo akan menjadi lini utama bisnis dalam pengembangan usaha Garuda Indonesia.

"Yang harusnya jadi backbone ke depannya kargo. Sayangnya kargo ini, pemain besar seperti Amazon, e-Bay sudah punya armada sendiri," kata dia.

Sementara itu, sepanjang 2019, persoalan mahalnya harga tiket pesawat telah berdampak pada sejumlah aspek. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio misalnya, memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16,3 juta orang tahun ini atau tidak mencapai target awal pemerintah sebanyak 18 juta. Harga tiket pesawat yang mahal disebut-sebut sebagai salah satu penyebab menurunnya jumlah turis asing ke Indonesia.

Baca juga artikel terkait GARUDA INDONESIA atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Bisnis
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Bayu Septianto