Garin Nugroho Raih Piala Citra Sutradara Terbaik Pertama Kalinya

Oleh: Alexander Haryanto - 9 Desember 2019
Garin Nugroho pertama kali mendapatkan Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik setelah berkarya di dunia perfilman kurang lebih 38 tahun.
tirto.id - Garin Nugroho akhirnya mendapatkan Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia 2019 yang digelar pada Minggu (8/12/2019) di Jakarta. Penghargaan ini didapatkan Garin lewat film "Kucumbu Tubuh Indahku".

Di sisi lain, penghargaan ini didapatkan Garin untuk pertama kalinya setelah berkarya di dunia perfilman kurang lebih 38 tahun. Ia berhasil menyingkirkan empat sutradara lainnya yang juga masuk dalam nominasi sebagai sutradara terbaik seperti Gina S. Noer, Hanung Bramantyo, Ravi L. Bharwani dan Riri Riza.

Namun, dalam acara penghargaan itu, Garin berhalangan hadir sehingga diwakili oleh anaknya Kamila Andini. "[Penghargaan] Ini mengingatkan saya untuk terus berkarya sebagai anak muda," ujar Kamila yang juga sutradara, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, selama berkarier di dunia film, ayahnya sudah mendapat berbagai penghargaan internasional. Sehingga, ia menyatakan, penghargaan Piala Citra ini sangat membahagiakan.

"Ini sejarah dan rumah bagi film Indonesia, rumah saya sebagai sutradara film Indonesia, yang lebih membahagiakan, saya bisa terus menciptakan karya di antara anak-anak muda dengan beragam karya dan inovasi," ujar Kamila, menuturkan pesan Garin.

Nama Garin Nugroho sudah tiga kali dinominasikan sebagai Sutradara Terbaik dalam FFI. Pertama, dalam film "Cinta dalam Sepotong Roti" (1991), kedua "Under the Tree" (2008). Namun, baru "Kucumbu Tubuh Indahku", yang membuatnya membawa Piala Citra.

Selain sebagai sutradara terbaik, film "Kucumbu Tubuh Indahku" mendapat tujuh Piala Citra, sebagai berikut:

1. Pemeran Pendukung Pria Terbaik
2. Penata Busana Terbaik
3. Penata Artistik Terbaik
4. Penyunting Gambar Terbaik
5. Penata Musik Terbaik
6. Pemeran Utama Pria Terbaik
7. Film Cerita Panjang Terbaik.



Baca juga artikel terkait FFI 2019 atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Film)

Sumber: Antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight