Gaji Dokter Memang Masih Jauh di Bawah Rekomendasi IDI

Oleh: Fadiyah Alaidrus - 19 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
83,85 persen dokter mendapat gaji yang tidak sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebesar Rp12,5 juta per bulan
tirto.id - Heri, bukan nama sebenarnya, menceritakan perjuangannya menjadi dokter di salah satu rumah sakit umum daerah di Jambi. Dengan gaji pokok hanya Rp1,75 juta, Heri harus menafkahi istri dan anaknya karena istrinya tak punya penghasilan sendiri.

Dengan sejumlah uang tambahan, Heri bilang take home pay yang diterimanya setiap bulan sebesar Rp3 juta. Pria 27 tahun itu bekerja di rumah sakit selama 62 hingga 69 jam dalam seminggu.

“Memang untuk kehidupan sehari-hari masih dibantu orang tua, jadi penghasilan yang saya dapat itu belum menutupi," kata Heri kepada reporter Tirto, Kamis (17/01/2019).

Heri juga bekerja di klinik faskes tingkat I BPJS Kesehatan untuk menambah penghasilan. Dia dibayar Rp2-5 ribu untuk tiap pasien yang ditanganinya. Dalam sekali jaga, ia menangani sekitar 5 sampai 15 pasien. Total penghasilannya dari rumah sakit dan klinik rata-rata Rp4 juta per bulan.

Cerita Heri di atas bertentangan dengan klaim Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, bahwa profesi dokter sudah sejahtera. Dikutip dari CNN Indonesia, Nila menyampaikan bahwa gaji dokter dalam program Nusantara Sehat rata-rata Rp 11,2 juta per bulan.

"Selain gaji, dia bisa praktik, misalnya praktik di tiga tempat. Wah, banyak itu kolega saya gajinya besar, kalau lihat dari pajaknya saja besar-besar. Makanya cari pacar dokter saja deh," ujar Nila.


Polemik mengenai gaji dokter mencuat setelah calon presiden Prabowo Subianto menyatakan banyak dokter yang menerima gaji lebih kecil dibanding tukang parkir. Prabowo tak menyebutkan sumber datanya dari mana.

Tak Sesuai Rekomendasi IDI


Berdasarkan survei yang dilakukan Junior Doctor Network (JDN) Indonesia pada 2018, sebesar 83,85 persen persen dokter mendapat gaji tidak sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebesar Rp12,5 juta per bulan. Survei dilakukan terhadap 452 dokter yang berusia di bawah 35 tahun.

Survei JDN Indonesia menunjukkan 22,34 persen dokter mendapat gaji di bawah Rp4,5 juta per bulan. Sementara itu, hanya 24,78 persen yang mendapat gaji di atas 10,5 juta.

“Gaji yang diterima beberapa dokter kadang kali tidak setimpal dengan risiko yang dia miliki. Gaji dokternya segitu, gimana perawatnya?" kata Ketua JDN Indonesia Andi Khomeini kepada reporter Tirto.


Selain itu, jumlah jam kerja rata-rata dokter berdasarkan survei yang sama mencapai 66,27 jam per minggu. Menurut Ketua JDN Indonesia, Andi Khomeini, jumlah itu sudah melebihi jam kerja yang diatur Undang-undang Ketenagakerjaan yakni 40 jam per minggu.

“Harapan kami dengan merilis data ini adalah baik Jokowi, atau Prabowo, menyadari terkait keberadaan persoalan ini,” ujar Andi.

Andi membantah tudingan sebagian orang bahwa JDN Indonesia mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2019. Ia sengaja mengunggah hasil survei tersebut di twitter karena sedang ramai diperbincangkan warganet akibat pernyataan Prabowo Subianto.

“Kami bukan partisan di mana-mana ya, walau pun di medsos [media sosial] malah di-bully, tapi kami bukan underbow pak Prabowo atau Jokowi, karena kami sebenarnya sudah lama menyinggung permasalahan ini,” kata dia.

Baca juga artikel terkait GAJI DOKTER atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Gilang Ramadhan