Gabriel Garcia Marquez Jadi Google Doodle Hari ini

Oleh: Agung DH - 6 Maret 2018
Dibaca Normal 1 menit
Ulang tahun Gabriel Garcia Marquez penulis 100 Tahun Kesunyian dirayakan dalam Google Doodle pada hari ini.
tirto.id - Gabriel Garcia Marquez muncul dalam Google Doodle, hari ini, Selasa (6/3/2018) sebagai peringatan atas ulang tahun penulis asal Kolumbia itu, 91 tahun lalu atau 6 Maret 1927.

Marquez termasuk salah satu penulis berpengaruh di dunia pada abad ke-20. Dia pernah meraih Nobel Sastra pada 1982. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Cien Anos de Soledad (1967). Karya besar Marquez ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Dalam bahasa Inggris dilaih bahasakan menjadi One Hundred Years of Solitude, sedangkan di Indonesia diterjemahkan menjadi Seratus Tahun Kesunyian. Novel ini bercerita bercerita tentang Macondo, sebuah kota imajinatif dalam pikiran Marquez.

Gabriel Garcia Marquez lahir di kota Aracataca, Kolombia. Ia tinggal di kota itu bersama keluarganya. Ayahnya adalah mantan veteran Perang Seribu Hari, perang sipil di Kolombia (1899-1903). Inspirasi kesusastraan Marquez berasal dari kisah kota Alacatara, demikian Encyclopedia Britannica mencatat kisah hidup novelis ini.

Marquez pernah menempuh pendidikan hukum. Tapi ia memilih profesi sebagai jurnalis. Ia pernah menjadi seorang koresponden di Paris selama tahun 1950an. Saat itulah ia memperluas pengetahuannya dengan banyak membaca literatur Amerika, beberapa di antaranya dalam terjemahan bahasa Prancis.

Pada akhir 1950-an dan awal 60-an, dia bekerja di Bogotá, Kolombia, dan kemudian di New York City untuk Prensa Latina, kantor berita buatan pemimpin Kuba Fidel Castro. Kemudian dia pindah ke Mexico City, di situ Marquez menulis novel yang membuatnya terkenal dan kaya raya. Dari tahun 1967 sampai 1975 ia tinggal di Spanyol. Dalam periode inilah karya Marquez, 100 Tahun Kesunyian lahir. Ia bercerita tentang Macondo, kota kecil terpencil "imajinatif" yang sejarahnya mirip dengan sejarah Amerika Latin namun dalam skala lebih sempit. Latar belakang novel ini realistis. Belakangan karya Marquez ini disebut sebagai "realisme magis". Disebut sebagai realisme magis karena Marquez memadukan pendekatan realis dengan elemen-elemen magis dalam karyanya sehingga menciptakan nuansa fantastis.

100 Tahun Kesunyian bukan satu-satunya karya sastra Marquez. Setelah didiagnosa menderita kanker pada 1999, Márquez bahkan sempat menulis memoar Vivir para contarla (2002; Living to Tell the Tale), yang berfokus pada 30 tahun usianya. Dia kemudian kembali menulis fiksi dengan melahirkan karya Memoria de mis putas tristes (2004; Memories of My Melancholy Whores), sebuah novel tentang seorang pria kesepian yang akhirnya menemukan makna cinta saat dia menyewa seorang pelacur perawan untuk merayakan ulang tahunnya ke 90.

Sepuluh tahun setelah menulis Memories of My Melancholy Whores, Marquez meninggal akibat paru-paru basah pada 17 April 2014.

Baca juga artikel terkait GOOGLE DOODLE atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - Humaniora)

Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH
* Data diambil dari 20 top media online yang dimonitor secara live