Futsal di GOR Medan: 2 Polisi Dicopot, Satu Panitia Jadi Tersangka

Oleh: Adi Briantika - 4 Februari 2021
Pertandingan futsal di GOR Medan dengan penonton melanggar prokes. Dua personel kepolisian dicopot atas peristiwa itu.
tirto.id - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin, mencopot Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky P Atmaja dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin perihal pertandingan futsal di Gor Mini Pancing yang melanggar protokol kesehatan.

Pertandingan itu viral di media sosial, bahkan ada tayangan memperlihatkan bahwa gelanggang olahraga itu dipenuhi penonton.

Imbasnya, Polrestabes Medan mengusut perkara, kemudian menetapkan panitia berinisial BG sebagai tersangka.


"Dalam keterangannya, tersangka BG nekat menyelenggarakan turnamen futsal karena mencatut nama dan logo Polda Sumatera Utara karena tersangka sebelumnya pernah menjadi pekerja harian lepas (honorer) di Mapolda Sumut," ucap Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi, dalam keterangan tertulis, Kamis (4/2/2021).

Ketika menyelidiki pengakuan BG, ternyata Polda Sumatera Utara maupun Polrestabes Medan tidak pernah mengeluarkan izin keramaian untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Akibat dari penyelenggaraan turnamen futsal ini, Kapolda Sumut mengambil langkah tegas mencopot jabatan Kapolsek Percut Seituan dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota," sambung Hadi.


Pencopotan AKP Ricky P Atmaja lantaran ia lalai dan tidak mengetahui adanya turnamen futsal di Gor Mini Pancing yang merupakan wilayah hukum Polsek Percut Seituan. Sedangkan pencopotan Iptu Ainul Yaqin karena dia ikut dalam pertandingan tersebut. Langkah ini menegaskan, sesuai instruksi Kapolda Sumatera Utara setiap yang melanggar aturan protokol kesehatan, baik sipil maupun anggota Polri akan disanksi tegas.



Baca juga artikel terkait PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Maya Saputri
DarkLight