Fungsi Puskesmas Dinilai Menurun Sebab Hanya Jadi Klinik Pengobatan

Oleh: Alfian Putra Abdi - 4 April 2019
Fungsi puskesmas di Indonesia saat ini dinilai mengalami penurunan karena sebagian besar hanya menjadi klinik pengobatan.
tirto.id - Ketua Kajian Sektor Kesehatan atau Health Sector Review (HSR) 2018, Ascobat Gani menilai konsep pelayanan puskesmas di Indonesia saat ini tidak tepat.

Sebab, menurut menurut Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI tersebut, fungsi puskesmas saat ini cenderung sekedar menjadi klinik pengobatan.

Padahal menurutnya, ketika Deklarasi Alma Ata tahun 1978 atau yang dikenal dengan Health for all by the year 2000 yang diselenggarakan WHO dan UNICEF, puskesmas di Indonesia dinilai memberi inspirasi karena berperan sebagai pembina kesehatan wilayah.

"Kami lihat konsep tersebut mengendur," kata Ascobat di acara Peluncuran dan Diseminasi Kajian Sektor Kesehatan dan Analisis Beban Penyakit Tingkat Provinsi di Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

Setelah melakukan penelitian terhadap berbagai pelayanan kesehatan di Indonesia, Ascobat menilai hanya puskesmas yang mampu mengintegrasikan layanan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).

"Sebetulnya tugas puskesmas adalah menyehatkan wilayah, bukan hanya mengobati orang sakit," kata dia.

Ascobat menambahkan, puskesmas seharusnya menjadi ujung tombak dalam upaya pemerintah memenuhi semua indikator kesehatan yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Selain itu, kata dia, banyak puskesmas saat ini mengalami keterbatasan tenaga, obat-obatan, dan pendanaan, terutama yang berada di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK).

"Maka rekomendasi kami adalah kebijakan afirmatif satu paket: tenaga, uang, dan obat dari pusat. Tapi, tidak untuk seluruh puskesmas, hanya puskesmas yang DTPK, sekitar 2700 puskesmas," ujar Ascobat.


Baca juga artikel terkait PELAYANAN KESEHATAN atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight