Gaya Hidup

Fungsi Neck Brace Support sebagai Penyangga Leher & Efek Sampingnya

Penulis: Dhita Koesno - 3 Agu 2022 19:20 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Fungsi neck brace support atau penyangga leher dan efek samping pemakaiannya.
tirto.id - Neck brace support biasa disebut juga dengan servical collars digunakan sebagai penyangga leher untuk menopang sumsum tulang belakang dan kepala.

Alat ini merupakan pilihan perawatan umum untuk cedera leher, operasi leher, dan beberapa kasus nyeri leher.

Ada berbagai jenis neck brace, yang mana pemakaiannya tergantung pada jenis cedera leher atau penyebab yang mendasari nyeri leher seseorang yang mengalami cedera.

Fungsi Neck Brace Support

Dikutip laman Healthline, fungsi dari neck brace support untuk menopang leher dan sumsum tulang belakang, serta berguna untuk membatasi pergerakan leher dan kepala pemakainya.

Ini biasanya dimaksudkan untuk penggunaan jangka pendek saat Anda pulih dari cedera, operasi, atau rasa sakit.

Beberapa kondisi yang mungkin memerlukan penggunaan neck brace adalah sebagai berikut:

  • Pukulan dan trauma. Jika Anda mengalami kecelakaan mobil atau mengalami cedera lain, seperti jatuh, neck brace dapat melindungi leher dan mencegah cedera lebih lanjut.
  • Operasi leher. Neck brace membantu mencegah cedera setelah operasi dengan membatasi rotasi, serta gerakan dari sisi ke sisi dan maju mundur.
  • Kompresi saraf. Neck brace kadang-kadang digunakan untuk mengurangi tekanan pada saraf di leher.
  • Spondilosis serviks. Neck brace dapat meredakan sementara rasa sakit yang disebabkan oleh spondylosis serviks, yakni suatu kondisi terkait usia yang disebabkan oleh keausan tulang rawan dan tulang di leher.
  • Nyeri leher umum atau kaku. Neck brace dapat membantu menghilangkan ketegangan otot leher Anda.

Cervical collars terdiri dari bahan varietas lunak dan keras. Neck brace lembut biasanya terbuat dari bahan seperti felt, busa, atau karet. Mereka pas di leher dan posisi di bawah rahang Anda. Beberapa dokter mungkin meresepkannya sebagai bantuan sementara untuk nyeri leher sedang.

Bahan yang lembuh tidak mungkin membantu mengatasi cedera leher yang lebih serius.

Satu studi melihat penggunaan cervical collars yang lembut pada 50 pasien dengan whiplash. Mereka menemukan bahwa neck brace yang lembut mengurangi gerakan rata-rata lebih dari 17 persen.

Para peneliti menyimpulkan bahwa ini tidak cukup untuk memberikan imobilisasi yang memadai untuk memiliki manfaat klinis.

Sementara neck brace yang keras biasanya terbuat dari kaca plexiglass atau plastik. Mereka membatasi rotasi kepala dan gerakan berlebih dari sisi ke sisi di leher dibanding bahan yang lebih lembut.

Bahan yang keras sering memiliki penyangga dagu untuk memungkinkan otot-otot di leher Anda menjadi lebih rileks.

Neck brace support yang keras sering diresepkan untuk nyeri leher yang parah, patah tulang belakang, dan cedera trauma.

Efek Samping Penggunaan Neck Brace Support


Lalu apakah ada efek samping memakai neck brace support?

Meskipun neck brace dapat membantu menopang dan melindungi leher Anda dalam jangka pendek, penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan neck brace dalam jangka panjang dapat menyebabkan melemahnya dan kakunya otot leher Anda.

Dalam kasus cedera akut, ini sebagian besar tidak dapat dihindari. Namun, jika mengalami nyeri leher sedang, Anda mungkin ingin meminimalkan jumlah waktu mengenakan neck brace atau bertanya kepada dokter tentang perawatan alternatif lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak profesional medis telah melarang penggunaan neck brace untuk orang-orang yang berurusan dengan cedera traumatis.

Perubahan pendapat ini sebagian besar disebabkan oleh masalah keamanan dan kurangnya penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan neck brace support mengarah pada hasil kesehatan yang bermanfaat.

Beberapa masalah keamanan dengan cedera traumatis termasuk potensi gangguan pernapasan, peningkatan tekanan otak, dan peningkatan tekanan darah jugularis.

Infografik SC Neck Brace Support
Infografik SC Neck Brace Support. tirto.id/Quita



Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight