Fitur Keyless Sepeda Motor: Benarkah Aman dari Maling?

Oleh: Dio Dananjaya - 21 Mei 2019
Dibaca Normal 2 menit
Sejumlah fitur keamanan yang tersedia pada kendaraan terbaru, seperti keyless, dirasa belum cukup untuk mencegah tindak pencurian.
tirto.id - Malam itu, sehabis pulang kerja, seperti biasa Reza Akum, seorang motovlogger, mengendarai sepeda motornya melewati jalan di sekitar Gandaria City, Jakarta Selatan. Ketika hendak berputar balik, tiba-tiba ia dipepet dua orang yang berboncengan serta berusaha mengambil anak kunci sepeda motornya.

Reza kaget, dan sempat berniat menghentikan laju kendaraan. Namun, ketika mengetahui ada tiga orang di belakang yang mengejarnya, ia sadar tengah menjadi korban pembegalan. Ia langsung memacu sepeda motornya dengan cepat, berusaha menghindar dari total lima orang yang mengincarnya. Beruntung, ia masih selamat menghindari kejadian tersebut.

Modus begal dengan cabut kunci sepeda motor ini disebut sebagai cara baru. Modus ini sebelumnya diketahui lewat video yang diunggah akun Instagram @rzamotovlog. Setelah kejadian tersebut, kepolisian setempat mengonfirmasi korban telah melaporkan kejadian pembegalan itu pada Jumat (17/5).

"Ya, kami masih dalam proses menyelidiki dan mengungkap pelakunya," ujar Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan Andi Sinjaya Ghalib, dilansir Detik.

Tidak seperti kejadian yang menimpa Reza, trik pencurian sepeda motor paling umum adalah dengan merusak kunci kontak sepeda motor menggunakan kunci 'T' dan dilakukan pada keadaan motor sedang tidak digunakan. Pencuri biasanya memanfaatkan situasi sekitar sepeda motor yang sepi sebelum beraksi. Rusaknya kunci kontak ini membuat pencuri bisa leluasa menyalakan sepeda motor dan kabur.


Jika modus tadi biasa dipakai pada sepeda motor dengan sistem kunci kontak tradisional, bagaimana dengan sepeda motor atau mobil tanpa anak kunci atau keyless?

Keyless ignition merupakan teknologi yang memungkinkan pengendara mengoperasikan motor hanya dengan menekan tombol kunci, sehingga tidak perlu menancapkan di rumah kunci seperti model konvensional.

Menurut Driving, Renault Fuego merupakan kendaraan pertama yang menerapkan sistem tanpa anak kunci, yakni pada 1982. Saat itu, sistem keyless hanya digunakan untuk membuka pintu saja, belum untuk menyalakan mesin. Mercedes-Benz menyempurnakan teknologi tersebut pada 1998. Mereka menerapkannya untuk mobil termewahnya saat itu, S-Class W220.

Penggunaan fitur keyless pun mulai berkembang ke sepeda motor. Sejumlah pabrikan roda dua di dunia seperti Harley-Davidson, BMW-Motorrad, dan Honda turut mengusung fitur canggih ini. Di Indonesia, teknologi ini pertama kali dibawa oleh Yamaha Aerox 155 VVA lewat teknologi yang mereka beri nama Smart Key System pada 2016.

Selain dapat menyalakan mesin tanpa menancapkan kunci, sistem ini juga mempermudah pengguna untuk mencari posisi parkir motor dan meminimalisasi kemungkinan pencurian dengan tambahan fitur Immobilizer dan Answer Back System. Karena fungsinya, sejumlah pabrikan pun mulai menawarkan kelengkapan serupa pada beberapa produk yang dijual di Indonesia.

Tak Sepenuhnya Aman?


Meski begitu, tak selamanya sepeda motor dengan fitur keyless bisa terbebas dari maling.

Ride Apart melaporkan, sistem tanpa kunci ini menggunakan perangkat Radio Frequency Identification (RFID), yang sama dengan yang digunakan pada toll reader. Sepeda motor tanpa kunci ini memiliki antena yang menerima sinyal unik yang dikirim oleh key fob, sebuah kunci elektronik yang hanya perlu digenggam atau dikantongi saat menyalakan motor keyless. Ketika antena itu membaca sinyal identifikasi yang benar, sistem elektronik memberi Anda akses ke kontak pengapian untuk bisa menyalakan dan mengendarai sepeda motor.

Pertanyaannya adalah apakah perangkat ini dapat diretas? Jawabannya, ya, meski dalam kemungkinan yang kecil. Seseorang yang berada di dekat dengan Anda dapat 'mengendus' sinyal radio yang dikeluarkan oleh key fob Anda, menggandakannya, dan membawa kabur sepeda motor Anda.


Infografik Meretas Fitur Keyless Kendaraan
Infografik Meretas Fitur Keyless Kendaraan


Dilansir Strait Times, sebuah perangkat yang digunakan untuk meretas RFID dapat didapatkan dengan mudah secara daring atau di beberapa toko elektronik dengan harga sekitar RM150 atau sekitar Rp518 ribuan (kurs RM1 = Rp3.455).

Perangkat ini disebut dapat membuka hampir setiap kendaraan yang menggunakan teknologi tanpa kunci hanya dalam beberapa menit, tergantung pada basis data kode peretas. Lebih lanjut, perangkat ini tak hanya membuka sistem kunci, tapi juga dapat menyalakan kontak pengapian untuk menghidupkan kendaraan.

Allgeimer Deutscher Automobil-club (Adac), sebuah komunitas otomotif terbesar di Eropa yang berbasis di Munchen, mengatakan bahwa sistem keyless yang digunakan oleh 110 model kendaraan dari 27 merek yang berbeda berisiko dicuri dengan menggunakan cara tersebut.

Hasil itu berdasarkan tes mereka lakukan terhadap terhadap 19 juta anggota yang tersebar di Benua Biru. Mereka mencoba 'mencuri' mobil-mobil menggunakan perangkat peretasan frekuensi yang dijual secara bebas.

Mudahnya pencurian berbasis teknologi ini ternyata turut meningkatkan terjadinya pencurian kendaraan. Di Inggris dan Wales, perusahaan jasa otomotif RAC melaporkan bahwa tindak pencurian yang tercatat pada 40 pos polisi di kedua tempat tersebut meningkat dari 65.783 kejadian pada 2013 menjadi 85.688 kejadian pada 2016. Peretasan sistem keamanan pada kendaraan menjadi sebab utama kenaikan angka pencurian tersebut.

Cara tradisional seperti menggunakan kunci tambahan, oleh karenanya, terasa lebih efektif untuk mencegah pencurian. Pemilik kendaraan juga didorong untuk menggunakan perangkat anti-pencurian lainnya seperti immobilizer, sensor gerak, hingga alarm kelas atas.

Baca juga artikel terkait PENCURIAN MOTOR atau tulisan menarik lainnya Dio Dananjaya
(tirto.id - Otomotif)


Penulis: Dio Dananjaya
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara