Fitur Baru Google Maps yang Berguna Saat Transisi New Normal

Oleh: Balqis Fallahnda - 25 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pada masa transisi menuju New Normal, masyarakat bisa memanfaatkan fitur baru di Google Maps untuk memaksimalkan upaya pencegahan penularan virus corona.
tirto.id - Sejumlah wilayah di Indonesia sedang bersiap menuju periode kenormalan baru atau New Normal di tengah pandemi corona yang belum mereda.

Misalnya, di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB transisi menuju New Normal sejak awal Juni 2020.

Pada masa transisi menuju New Normal, masyarakat dapat lebih leluasa beraktivitas di luar rumah, meskipun tetap ada risiko penularan virus corona (Covid-19).

Oleh karena itu, meskipun sudah bisa beraktivitas secara lebih leluasa di luar rumah, masyarakat perlu tetap disiplin dalam menerapkan sejumlah langkah pencegahan untuk menghindari infeksi virus corona.

Langkah pencegahan paling penting sebagaimana protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah di antaranya ialah memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak fisik dengan orang lain minimal 1-2 meter, menjauhi kerumunan dan lainnya.

Agar lebih maksimal dalam melakukan pencegahan penularan virus corona, masyarakat juga bisa memanfaatkan fitur baru di aplikasi Google Maps.

Pada masa pandemi Covid-19, Google berinisiatif menambahkan beberapa fitur baru pada aplikasi Google Maps untuk mengingatkan serta membantu pengguna yang pergi keluar rumah, dan perlu merencanakan rute perjalanan dengan baik dan aman.

Fitur tersebut dapat diperoleh setelah para pengguna melakukan pembaruan pada aplikasi Google Maps, baik melalui Google Play Store maupun App Store.

Dengan fitur baru itu, Google Maps memberitahu pengguna mengenai tingkat kepadatan angkutan umum seperti stasiun, kereta dan bus secara real time melalui informasi yang dimunculkan pada aplikasi.

Informasi soal kepadatan orang ini penting diketahui agar masyarakat bisa mengetahui kondisi di jalur perjalanannya dan menghindari kerumunan serta tetap bisa menjaga jarak fisik. Para pekerja perlu mengontrol navigasi ke tempat kerja agar memilih jalur yang lebih aman, demikian seperti dilansir laman resmi Google pada 8 Juni 2020 lalu.

Google Maps juga akan memberi peringatan kepada pengguna tentang mandat pemerintah seperti persyaratan memakai masker, keputusan penutupan stasiun yang akan memengaruhi transportasi umum, penutupan perbatasan, hingga lokasi pos pemeriksaan COVID-19 di rute perjalanan.

Selain itu, jika area pengguna telah terpapar virus corona, mereka juga bisa menggunakan Google Maps untuk mendapatkan informasi yang relevan tentang tempat-tempat yang terdampak.

Pengguna pun bisa mencari di Google untuk menemukan daftar fasilitas kesehatan terdekat yang menyediakan layanan tes atau diagnosa COVID-19. Informasi pusat pengujian COVID-19 mungkin hanya tersedia di beberapa negara. Di Indonesia Google Maps mendapatkan informasi langsung dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.


Baca juga artikel terkait GOOGLE atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Addi M Idhom
DarkLight