FBI Tangkap Partisipan ISIL Atas Dugaan Pengeboman Gedung Putih AS

Oleh: Yulaika Ramadhani - 18 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
“[Taheb] berencana melakukan serangan di Amerika Serikat dengan target Gedung Putih dan Patung Liberty.”
tirto.id - FBI menangkap seorang partisipan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) pada hari Rabu (16/1/2019) malam waktu setempat atas rencananya meledakkan Gedung Putih, Washington DC.

Sebagaimana diberitakan AP, partisipan ISIL yang juga pria asal Georgia Amerika Serikat ini bernama Hasher Jallal Taheb. Ia ditangkap atas dugaan terorisme yang akan ia lakukannya pada hari Kamis (17/1/2019).

Dilansir The Washington Post, dia ditangkap karena diduga menyebutkan rencananya pada anggota FBI yang sedang menyamar di malam sebelum aksi tersebut dilancarkan.

Masih dari sumber yang sama, Taheb adalah seorang partisipan ISIL dan telah dipantau sejak Maret 2018 usai kepolisian mendapati Taheb telah dicuci otak oleh organisasi tersebut dan menjadi radikal hingga mengubah namanya.

Sebelum merencanakan aksi peledakan terhadap Gedung Putih tersebut, Taheb menjual mobilnya untuk membiayai dirinya berhijad di wilayah kekuasaan ISIL.


Berdasarkan Telegraph, Taheb mengubah rencananya untuk mengebom wilayah Amerika karena tidak memiliki pasport.

“[Taheb] berencana melakukan serangan di Amerika Serikat dengan target Gedung Putih dan Patung Liberty,” kata informan sebagaimana dikutip Telegraph.

Berdasarkan catatan persidangan, Taheb bertemu agen rahasia pada Desember 2018, dan membuat diagram skema lantai dasar dan sayap barat Gedung Putih dalam rangka menyusun rencananya mengebom Gedung Putih.

Hasil dari penjualan mobil tersebut akan ia gunakan untuk membeli senjata dan bahan peledak. Ia secara detail mengatakan rencana itu kepada agen rahasia tersebut.

Seminggu kemudian, dia bertemu dengan agen rahasia itu lagi dan berencana meluaskan targetnya di beberapa area Washington DC, seperti Washington Monument, Gedung Putih, Lincoln Memorial, dan beberapa sinagoga (tempat peribadatan orang Yahudi).

Taheb juga memaparkan senjata yang ingin dia beli selama pertemuan tersebut, yaitu senjata semi-otomatis, alat peledak, roket anti-tank, dan granat.


Setelah beberapa pertemuan dan berkali-kali bertukar pesan dengan agen rahasia yang menyamar, Taheb berencana meledakkan Gedung Putih pada hari Kamis (17/1/2019).

Lebih detail lagi, diwartakan WBS TV, Taheb menyebutkan bahwa kelompoknya akan menyerang Gedung Putih dengan cara menyusup dari jalan belakang, mengacaukan perhatian polisi, dan lanjut ke Gedung Putih.

Menurut Taheb, roket anti-tank dipakai untuk membobol pintu untuk masuk ke Gedung Putih. Dia juga menyatakan akan mencari orang sebanyak-banyak dan menimbulkan kerusakan sebesar mungkin. Secara spesifik dia menyasar Dinas Rahasia dan Keamanan Dalam Negeri yang beroperasi di Gedung Putih.


Baca juga artikel terkait AMERIKA SERIKAT atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Hukum)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight