Pendidikan Agama Islam

Fadhilah Sholat Tarawih: Keutamaan Qiyamul Lail dalam Agama Islam

Penulis: Oryza Aditama - 11 Jan 2022 14:07 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Berikut adalah penjelasan apa saja fadhilah sholat tarawih dan keutamaannya, beserta apa hukum shalat tarawih.
tirto.id - Apa saja fadhilah sholat tarawih dan keutamaannya? Sholat tarawih adalah ibadah sunah khusus yang hanya ada pada bulan Ramadhan. Sebagian umat Islam biasa melaksanakan tarawih dengan 8 rakaat yang kemudian diikuti dengan salat witir tiga rakaat, secara sendirian maupun berjamaah. Istilah lainnya, shalat tarawih dan witir 11 rakaat.

Tarawih merupakan ibadah salat sunah yang hanya ada pada bulan Ramadhan, dan dilakukan usai mengerjakan salat Isya. Sejatinya keutamaan salat tarawih itu sangat besar.

Hukum Sholat Tarawih


Hukum mengerjakan salat tarawih ialah sunah, yang artinya mendapatkan pahala jika dikerjakan, tetapi tidak mengakibatkan dosa jika ditinggalkan. Meski begitu, orang yang meninggalkan tarawih pada malam Ramadhan termasuk merugi karena menyia-nyiakan kesempatan beribadah di bulan suci yang banyak keutamaannya.


Selain tarawih, salat sunnah lain yang juga sangat dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Ramadhan adalah witir. Kesunahan salat witir didasarkan pada hadis dari Aisyah R.A, yang berkata:

"Dari setiap malam, Nabi Muhammad SAW pernah mengerjakan salat Witir di permulaan malam, tengah malam, akhiran malam, dan berakhir pada waktu subuh,
" (H.R. Bukhari dan Muslim).

Keutamaan dan Fadhilah Sholat Tarawih


Dikutip dari NU Online, terdapat sejumlah hadis yang menjelaskan tentang keutamaan salat tarawih. Di antaranya hadits Nabi riwayat al-Bukhari, Muslim, dan lainnya:

“Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).

Menurut al-Imam al-Haramain, dosa yang diampuni pada hadis tersebut mengacu dosa-dosa kecil saja. Sedangkan dosa besar hanya bisa diampuni dengan cara bertaubat. Sementara menurut Imam Ibnu al-Mundzir, ampunan dosa pada hadits tersebut mengacu umum, yang berarti mencakup dosa kecil maupun besar.

Meski ada perbedaan pendapat para ulama tentang tingkatan dosa yang diampuni lewat salat tarawih, tetap saja mendirikan ibadah sunah ini pada bulan Ramadhan punya manfaat yang besar.

Tarawih sebagai salat sunah pada bulan Ramadhan juga turut dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidup beliau.


Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari jalur Aisyah bahwa Nabi pada suatu malam berada di dalam masjid, kemudian beliau salat dan diikuti oleh para sahabat. Akan tetapi pada hari ke-3 atau 4 Nabi tidak kunjung hadir ke masjid, meski telah ditunggu para sahabat.

Ternyata hal itu dilakukan untuk menghindari kekhawatiran salat tarawih akan menjadi ibadah wajib.

Nabi menjelaskan perihal ketidakhadirannya di masjid, dengan bersabda:

“Aku telah melihat apa yang kalian lakukan, tidaklah mencegahku untuk keluar salat bersama kalian kecuali aku khawatir salat ini difardukan atas kalian. Perawi hadits menjelaskan bahwa yang demikian itu terjadi di bulan Ramadan” (HR al-Bukhari dan Muslim).


Terdapat pula hadis yang menyebut jika menunaikan salat Tarawih bersama imam atau dengan cara berjamaah hingga selesai, akan mendapat pahala layaknya beribadah semalam penuh.

"Siapa yang salat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (H.R. Ahmad, Tirmidzi).

Tak cukup sampai di situ, menunaikan salat tarawih yang bertepatan dengan malam lailatulqadar sudah barang tentu akan mendapat manfaat yang pahala yang teramat besar.

"Barang siapa qiyam pada lailatul qadar dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah maka akan diampuni semua dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Oleh karenanya beberapa keutamaan salat tarawih antara lain: mendapat pengampunan dosa masa lalu, merupakan salat sunah yang juga dikerjakan oleh Nabi Muhammad, mengerjakan tarawih berjamaah mendapat pahala seperti salat semalam suntuk, serta mendapat manfaat yang sangat besar jika dikerjakan bertepatan dengan malam lailatulqadar.


Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2021 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Oryza Aditama
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yulaika Ramadhani
DarkLight