Facebook Dijatuhi Denda $5 Miliar Atas Pelanggaran Data Privasi

Oleh: Wulan Astari - 26 Juli 2019
Facebook dikenai denda 5 miliar dolar AS oleh Federal Trade Commission (FTC), karena kasus pelanggaran privasi data pengguna.
tirto.id - Facebook diberi denda sebesar 5 miliar dolar AS oleh regulator federal AS terkait pelanggaran privasi.

Sebagaimana melansir dari AP News, sebelumnya Facebook pernah mengalami kasus FTC (Federal Trade Commission), dengan serangkaian investigasi lain dalam praktik privasi di Eropa dan di seluruh AS.

Denda yang dijatuhi pada Facebook ini, tak akan memengaruhi keuangan perusahaan tersebut, karena pendapatan mereka hampir 56 miliar dolar AS tahun lalu. Demikian sebagaimana diwartakan CBS News.

"Facebook telah mengkhianati kepercayaan penggunanya dan menipu mereka soal pengelolaan informasi pribadi," kata ketua FTC Joe Simons pada konferensi pers, Rabu (24/7/2019).

"Hukuman ini mengatur ulang dasar soal kasus privasi dan untuk mencegah pelanggaran serupa terjadi lagi," tambahnya.

Komisi membuka penyelidikan ke Facebook tahun lalu, setelah terungkapnya penggunaan data sekitar 87 juta dari pengguna Facebook tanpa izin oleh Cambridge Analytica.

Menurut hasil penyelidikan, Facebook disebut berbohong pada 2014, dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan data pengguna tanpa izin.

Padahal, mereka telah memberikan akses data pada pengembang pihak ketiga yang terhubung dengan Cambridge Analytica, tanpa izin pengguna.

Sebelumnya, Facebook juga telah membayar denda sebesar 100 juta dolar AS kepada Komisi Sekuritas dan Bursa untuk, menyelesaikan tuduhan bahwa perusahaan seharusnya mengungkapkan kesalahan penanganan data kepada investor.

Dalam postingan Facebook Rabu (24/7/2019), Zuckerberg bersumpah untuk “Membuat beberapa perubahan struktural besar pada bagaimana kita membangun produk dan menjalankan perusahaan ini”, sebagai hasil dari penyelesaian.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi privasi orang. Kami sudah bekerja keras untuk memenuhi tanggung jawab ini, tetapi sekarang kami akan menetapkan standar yang sama sekali baru untuk industri kami,” demikian sebagaimana diwartakan AP News.


Baca juga artikel terkait FACEBOOK atau tulisan menarik lainnya Wulan Astari
(tirto.id - Teknologi)

Kontributor: Wulan Astari
Penulis: Wulan Astari
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight