Evakuasi Korban Gempa Palu di Balaroa

Warga melintas di jalan dengan kondisi retak akibat dampak gempa Palu di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Mobil dan rumah yang terbakar akibat gempa Palu di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Kondisi Perumnas Balaroa, Palu Bara rata dengan tanah akibat dampak gempa Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Tampak mobil warga teronggok diantara reruntuhan puing-puing bangunan dampak gempa Palu di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Warga mengangkut sisa-sisa barang yang masih selamat dari dampak gempa Palu di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Warga mengevakuasi korban meninggal akibat gempa Palu di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Warga mengangkut sisa-sisa barang yang masih selamat dari dampak gempa Palu di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Mesin jahit milik warga tampak diantara puing-puing reruntuhan bangunan Perumnas Balaroa, Palu Barat, akibat dampak gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Warga menyisihkan puing-puing reruntuhan atap rumah akibat dampak gempa di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Basarnas melakukan evakuasi korban gempa Palu di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Nurul Istikharah (15) dievakuasi oleh tim Basarnas pada minggu siang (30/9/18) di Perumnas Balaroa setelah lebih dari 48 jam terjebak dalam reruntuhan puing rumahnya yang terhisap pusaran air dan tanah ke dalam perut bumi sesaat setelah gempa yang mengguncang pada Jumat (28/9/18) lalu di Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah. tirto.id/Arimacs Wilander
Warga memandangi bangunan yang rata karena Gempa Palu di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). tirto.id/Arimacs Wilander
Tim Basarnas bersama warga mengevakuasi beberapa korban yang masih terjebak reruntuhan puing bangunan di salah satu titik terparah, Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/18).
Minggu, 30 September 2018 22:45 WIB
Tim Basarnas bersama warga mengevakuasi beberapa korban gempa yang masih terjebak reruntuhan puing bangunan di salah satu titik terparah, Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/18). Perumahan Nasional Balaroa kini rata dengan tanah akibat gempa yang terjadi pada Jumat, 28 September 2018. Sejumlah rumah tertelan oleh lumpur dan air yang terjadi begitu cepat setelah gempa. Kondisi tanah di perumahan itu mendadak bergerak ke bawah. Rumah-rumah tersebut terhisap pusaran air dan tanah ke dalam perut bumi. Sebanyak 90 orang dilaporkan hilang dan untuk sementara 26 orang meninggal akibat kejadian ini. tirto.id/Arimacs Wilander
DarkLight