ESDM: Realisasi Mandatori B20 Januari-Februari 2019 Sudah 99 Persen

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 1 Maret 2019
Kementerian ESDM mengklaim penyaluran B20 sudah mencapai 99 persen dari target.
tirto.id - Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), FX Sutijastoto mengatakan penyaluran B20 sudah mencapai 99 persen dari target yang ingin dicapai. Capaian itu, katanya, terhitung sejak 1 Januari-27 Februari 2019.

Program mandatori B20 ini merupakan langkah pemerintah mewajibkan campuran 20 persen dari biodiesel dengan 80 persen bahan bakar minyak jenis solar. Program ini telah dimulai sejak 2016 lalu.

“B20 Sukses. Realisasi Januari ke Februari intinya 99 persen dari target penyaluran B20. Makanya itu Pak Menko apresiasi,” ucap Sutijastoto akrab disapa Toto kepada wartawan usai rapat koordinasi implementasi mandatori B20 di Gedung Menko Perekonomian pada Jumat (1/3/2019).

Toto mengatakan capaian itu menunjukkan bahwa keluhan-keluhan terkait distribusi B20 sudah semakin berkurang. Meskipun demikian, ketika ditanya mengenai sebab di balik sisa 1 persen yang belum tercapai, Toto belum dapat memberitahukan detailnya.

“Itu nanti saya lihat dulu ya,” ucap Toto.

Saat ini, Toto juga mengatakan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memfokuskan diri untuk meningkatkan capaian itu. Hal ini, menurutnya, menjadi alasan di balik belum akan dilanjutkannya program mandatori campuran bahan bakar nabati ini hingga proporsi 30 persen atau B30.

Per 7 Februari 2019, Kementerian ESDM mencatat realisasi penyaluran B20 telah mencapai 92 persen dari target. Nilai itu memang telah lebih baik dari capaian per akhir Januari 2019 yang berada di angka 89 persen. Meskipun demikian, capaian selama 2019 ini menunjukkan realisasi program mandatori ini belum mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan.

“Yang penting mikirin sukses B20 dulu. Sampai 100 persen,” ucap Toto.


Baca juga artikel terkait BIODIESEL atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri