Erick Thohir Sebut Sarinah Contoh BUMN Ketinggalan Zaman

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 24 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Erick Thohir berharap BUMN-BUMN yang masih berbisnis dengan cara lama seperti Sarinah untuk segera berbenah.
tirto.id - Pembenahan manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jadi fokus Erick Thohir sebagai Menteri BUMN. BUMN akan dibenahi agar bisa memiliki daya saing seiring perkembangan zaman.

Erick mengambil contoh Sarinah, yang dianggapnya tidak mengikuti perkembangan zaman karena masih menjajakan produk secara retail seperti masa lalu.

“Paling mudah Sarinah contohnya. Di era e-commerce, kita masih jual ritel seperti old days. Ya enggak bisa,” ujar Erick di Kementerian BUMN, Rabu (23/10/2019).

Untuk itu, ia berharap BUMN-BUMN yang masih berbisnis dengan cara lama seperti Sarinah untuk segera berbenah. Dalam pemikirannya, ia bahkan menilai Sarinah perlu berkolaborasi dengan perusahaan jual beli daring intuk menjawab tantangan perkembangan zaman tadi.

“Mungkin kita bisa kerja sama dengan e-commerce yang sudah gede seperti Tokopedia. Sarinah (bisa) menjadi titik distribusi bersama Pos Indonesia,” kata dia.

Namun Erick nengingatkan, mengejar daya saing bukan berarti BUMN harus ikut-ikutan membuat bisnis digital. Justru ia menekankan perlunya kolaborasi untuk mengisi celah bisnis yang belum banyak digarap.

“Kan Tokopedia perlu gudang, nah, gudangnya disediakan BUMN saja,” tegas pemilik Grup Mahaka itu.

PT Sarinah (Persero) berdiri pada tanggal 17 Agustus 1962 dan digagas oleh Presiden Soekarno. Seperti dilansir dari situsweb Sarinah, nama Sarinah diambil dari nama salah seorang pengasuh Presiden Soekarno di masa kecilnya. Sarinah diambil untuk menghormati satu sosok yang sangat berpengaruh dalam kehidupan Soekarno.

BUMN itu didirikan untuk mewadahi kegiatan perdagangan ritel dan menjadi roda penggerak ekonomi Indonesia. Untuk mengawalinya, dibangunlah gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta. Sarinah resmi dibuka pada 15 Agustus 1966.

Sarinah kemudian memperluas fungsinya dan melebarkan sayap usahanya. Sarinah menjadi mitra yang menjangkau pengrajin tradisional di pelosok, koperasi di berbagai desa dan kota, hingga desainer busana ternama tingkat nasional, sementara kegiatan perdagangan Sarinah telah mencakup aktivitas ekspor dan impor beragam komoditi dan mebel. Hal ini melengkapi keberadaan gerai Sarinah yang dapat ditemukan di Jakarta, Semarang dan Malang.


Baca juga artikel terkait BUMN atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight