Menuju konten utama
Pandemi COVID-19

Erick Minta Bank BUMN Turunkan Suku Bunga UKM Terdampak Corona

Erick Thohir meminta bank BUMN untuk menurunkan suku bunga kredit bagi usaha kecil menengah (UKM) terdampak virus corona baru atau COVID-19.

Erick Minta Bank BUMN Turunkan Suku Bunga UKM Terdampak Corona
Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kanan) mendapat penjelasan dari Kepala KKP Soetta Anas Maruf (kiri) saat melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

tirto.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta bank BUMN untuk menurunkan suku bunga kredit bagi usaha kecil menengah (UKM) terdampak virus corona baru atau COVID-19.

"Kami juga tidak boleh terbelenggu di kesehatan, bisnisnya juga tetap harus jalan. Karena itu kami ingin bank-bank BUMN segera menurunkan suku bunga UKM," ujar Menteri Erick melalui video konferensi di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Menurut dia, pandemi Corona saat ini cukup berdampak bagi aktivitas UKM terutama bidang pariwisata dan transportasi penerbangan.

Ia menambahkan pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan relaksasi kredit bagi UKM terdampak COVID-19.

"Tapi kami masih menunggu persetujuannya, ini bagian dari memastikan ekonomi tetap berjalan," ucapnya.

Akan tetapi, Erick memberikan catatan hanya sektor usaha yang punya rekam jejak positif yang akan diupayakan untuk mendapatkan bantuan relaksasi dari bank.

Terkait gejolak nikai tukar rupiah terhadap dolar AS, Erick mengakui hal itu akan memberikan dampak pada sejumlah sektor bisnis, terutama pada industri penerbangan, seperti PT Garuda Indonesia Tbk (Persero).

Namun Erick memastikan terkait pinjaman Garuda, pihaknya sudah melakukan renegosiasi secara menyeluruh.

"Memang secara kondisi industri penerbangan berat. Ini menjadi fenomena global. Pasti Garuda terdampak. Kita dari satu bulan lalu sudah melakukan negosiasi secara menyeluruh terkait Garuda," kata dia.

Secara umum, Erick mengakui bahwa kondisi yang dihadapi dunia usaha saat ini penuh tantangan, tidak saja bagi industri penerbangan. Maka itu, dibutuhkan usaha keras untuk tetap mempertahankan kinerja BUMN layaknya tahun sebelumnya.

"Kita terus menjaga dan melakukan stress test (uji ketahanan) BUMN. Insya Allah' ada jalan saya yakin, Indonesia negara besar kita negara kuat pasti kita akan recovery walaupun perlu waktu beberapa bulan ke depan," ucap dia.

Di tengah wabah COVID-19, ia menambahkan, pendapatan BUMN juga akan terpengaruh sehingga dapat berimbas pada pemberian dividen kepada negara.

"Tadinya kami ingin meningkatkan dividen, jujur saja pasti berat karena kondisi saat ini. Namun kami berharap dividen tahun depan minimal bisa tetap, bukan tidak mungkin tidak tercapai. Kami harus lalukan antisipasi dari sekarang dan memang sangat berat, tapi ya itulah keadaan yang harus kita hadapi," ujar Erick.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Abdul Aziz