Enggar Minta Importir Buah-buahan dari Cina juga Lakukan Ekspor

Oleh: Hendra Friana - 9 Agustus 2019
Ekspor Indonesia cuma mencapai 5,753 miliar dolar AS, sementara Komoditas impor dari Cina ke Indonesia tembus hingga 10,507 miliar dolar AS.
tirto.id - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta perusahaan yang ingin mengimpor buah-buahan dari Cina untuk melakukan kegiatan ekspor sebagai bentuk subtitusi. Sebab, kata dia, sejumlah hambatan untuk mengekspor buah-buahan asal Indonesia ke Cina sudah mulai diselesaikan oleh kementeriannya.

Apalagi, selama ini, neraca dagang Indonesia ke negara yang dipimpin Xi Jinping itu selalu tekor. Akhir kuartal I/2019, misalnya, tingginya impor membuat neraca dagang Indonesia terhadap Cina tekor hingga 4,753 miliar dolar AS.

Ekspor Indonesia cuma mencapai 5,753 miliar dolar AS, sementara Komoditas impor dari Cina ke Indonesia tembus hingga 10,507 miliar dolar AS.

"Kita sudah mempercepat proses verifikasi atas buah-buahan tropis. Dan saya sudah mensyaratkan atau meminta, belum mensyaratkan, importir buah dari Cina untuk mereka juga harus mengekspor," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).

Pada 20 Juli lalu, Enggar memang bertemu dengan pengusaha Indonesia yang tergabung dalam anggota Indonesia Chamber of Commerce (INACHAM) untuk menerima masukan terkait hambatan perdagangan dengan Cina.

Sebelumnya, ia juga bertemu dengan Minister of General Administration of Custom China (GACC), Ni Yuefeng, untuk membahas hal yang sama dan ditindaklanjuti dalam pertemuan Kemitraan Ekonomi Comprehensif Regional (RCEP) Tingkat Menteri yang berlangsung pada 1−3 Agustus lalu.

Beberapa komoditas yang kini tak lagi mengalami hambatan-hambatan untuk masuk ke negeri tirai bambu di antaranya adalah buah-buahan tropis seperti manggis, nanas dan salak. "On the pipe line (sedang dalam proses) ada juga buah mangga, rambutan dan durian," imbuhnya.


Baca juga artikel terkait EKSPOR atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight