Ekspor Perhiasan RI Capai Rp28 Triliun, Laris di Hong Kong dan Arab

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 4 April 2019
Perhiasan asal Indonesia laris manis di beberapa kawasan Asia hingga Timur Tengah.
tirto.id - Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan, nilai ekspor perhiasan Indonesia di tahun 2018 mencapai 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp28 triliun (kurs Rp14.000).

"Industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional melalui capaian nilai ekspornya. Nilai ekspor produk perhiasan Indonesia mencapai 2,05 miliar dolar AS sepanjang tahun 2018," kata Gati di Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

Gati menjelaskan, perhiasan asal Indonesia itu laris manis di beberapa kawasan Asia hingga Timur Tengah. Negara tujuan utama ekspor perhiasan Indonesia, antara lain ke Singapura, Swiss, Hong Kong, Amerika Serikat sampai Uni Emirat Arab.

"Negara-negara tersebut mendominasi hingga 93,02 persen dari total ekspor produk perhiasan nasional," jelas dia.

Gati menyebutkan, saat ini Indonesia menempati peringkat ke-9 dunia sebagai eksportir perhiasan dengan pangsa pasarnya lebih dari 4 persen di kancah global.

Menurut dia, hal ini menjadi peluang untuk memperbesar produktivitas dan memperluas pasar industri perhiasan Indonesia.

"Kami berusaha untuk menjaga ketersediaan bahan baku sehingga keberlangsungan usaha di sektor industri perhiasan bisa berjalan terus," kata dia.

Jenis perhiasan yang akan dijaga produksinya yaitu emas serta batu permata seperti berlian, zamrud, dan ruby. Selain menyiapkan ketersediaan bahan, Kemenperin juga mengusulkan penurunan tarif bea masuk produk perhiasan nasional di negara tujuan ekspor, seperti Uni Emirat Arab.

“Hal ini merupakan salah satu langkah untuk terus meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri perhiasan kita dalam menghadapi persaingan global,” kata dia.


Baca juga artikel terkait EKSPOR atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Alexander Haryanto