Menuju konten utama

Ekspor Batu Bara RI Meroket ke Eropa hingga Juni 2022

BPS mencatat ekspor batu bara dari Indonesia ke Eropa mencapai 191,2 juta dolar AS.

Ekspor Batu Bara RI Meroket ke Eropa hingga Juni 2022
Pekerja mengoperasikan alat berat saat bongkar muat batu bara ke dalam truk di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Priok, Kamis (3/2/2022). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan permintaan batu bara Indonesia terjadi di sepanjang kuartal II 2022. Kepala BPS Margo Yuwono merinci ekspor batu bara dari tanah air ke Eropa mencapai 191,2 juta dolar AS.

Realisasi melonjak hingga 143,7 persen secara quarter to quarter dari sebelumnya 78,4 juta dolar AS. Jumlah ini melampaui catatan ekspor dalam dua tahun ke belakang.

"Batu bara secara [keseluruhan] secara bulanan (month to month/MtM) meningkat 1,74 persen dan secara tahunan (year on year/YoY) meningkat 152,28 persen. Ekspor batu bara terus meningkat, terutama pada 2022 terjadi peningkatan signifikan," katanya dalam konferensi pers, Jumat (15/7/2022).

Dia merinci ekspor batu bara pada kuartal I 2022 sendiri meningkat dari kuartal IV 2021 yaitu menjadi 19,2 juta dolar AS. Hal tersebut melanjutkan tren kenaikan sejak kuartal III 2021 dengan nilai ekspor senilai 5,9 juta dolar AS.

Adapun peningkatan ekspor terjadi dilihat dari negara-negara Eropa. Mulai dari Italia, Polandia hingga Swiss.

"Menunjukkan peningkatan di 2022, terjadi peningkatan signifikan. Kalau kita lihat negara tujuannya adalah Italia, Polandia dan Swiss," kata Margo.

Sementara itu pada semester pertama 2022, nilai ekspor batu bara ke Eropa mencapai 269,6 juta dolar AS. Jumlahnya jauh meningkat dari capaian ekspor di 2021 yang hanya berkisar 25,1 juta dolar AS.

Untuk diketahui hingga Juni 2022 ekspor Indonesia secara keseluruhan tercatat 26,09 miliar dolar AS, naik 21,30 persen dibanding bulan Mei 2022 month to month. Jika dilihat komposisinya ekspor non minyak dan gas meningkat 22,71 persen, sedangkan untuk migasnya 2,45 persen.

Ekspor Indonesia tersebut ditunjang oleh lemak minyak hewan nabati atau produk yang berasal dari minyak sawit (CPO). Sementara itu, jika dilihat dari non migas ekspor tanah air ditunjang oleh lemak dan minyak hewan nabati, secara bulanan meningkat 300,66 persen atau sebesar 2.538,9 juta dolar AS. Kedua, peningkatannya juga cukup tinggi adalah kendaraan dan bagiannya meningkat 40,11 persen.

Baca juga artikel terkait EKSPOR BATU BARA atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Intan Umbari Prihatin