Menuju konten utama

Ekonomi Belum Pulih, Kredit Konsumsi Juli 2020 Terus Melemah

Pelemahan kredit konsumsi semakin terasa di bulan Juli. Pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan Juni, menjadi hanya 1,45%.

Ekonomi Belum Pulih, Kredit Konsumsi Juli 2020 Terus Melemah
Ilustrasi Kartu kredit. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit konsumsi pada Juli 2020 terus mengalami pelemahan. Pertumbuhannya hanya mencapai 1,45 persen, atau lebih rendah dari pertumbuhan kredit konsumsi Juni 2020 sebesar 2,3 persen.

“Penting bagi pemangku kepentingan meyakinkan kepercayaan masyarakat bisa kembali normal dan bisa menjadi sumber pertumbuhan dari permintaan domestik,” ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers virtual, Kamis (27/8/2020).

OJK juga mencatat pertumbuhan kredit di sektor yang memiliki kaitan erat dengan kredit konsumsi juga memburuk. Kredit rumah tangga Juli 2020 hanya 2,03 persen. Angka ini turun dari Juni 2020 yang sudah jatuh di angka 3,17 persen.

Kredit perdagangan juga terus terkontraksi. Pada Juli 2020 kredit sektor ini minus 5,38 persen. Angka ini terus memburuk dari Juni 2020 yang sudah terpuruk di minus 5,23 persen sebagai penurunan terbesar dari kelompok kredit lainnya.

“Kredit perdagangan besar yang berkontribusi besar terpantau turun,” ucap Wimboh.

Tidak hanya di perbankan, penurunan kredit sektor perdagangan dan rumah tangga juga dialami perusahaan pembiayaan atau multifinance. Pertumbuhan kredit rumah tangga multifinance Juli 2020 minus 48 persen padahal Juni 2020 kontraksinya hanya berkisar minus 12 persen.

Kredit multifinance di sektor perdagangan juga tak begitu baik. Pada Juni 2020 pertumbuhannya sudah turun menjadi 8 persen. Pada Juli 2020 kembali mengalami penurunan semakin mendekati angka 5 persen.

Pelemahan ini terus terjadi meski pemerintah sudah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Juni 2020. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemulihan ekonomi yang berlangsung saat ini memang cukup rapuh.

Data penerimaan pajak menunjukan pemburukan kembali di Juli 2020 padahal sempat membaik di Juni 2020. Ia mengatakan pemulihan konsumsi masyarakat untuk Q3 2020 nanti juga akan cukup sulit.

“Kegiatan masyarakat dan ekonomi tidak mengalami akselerasi cepat dibandingkan Juni lalu,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (25/8/2020).

Baca juga artikel terkait OJK atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti