Eggi Sudjana: Yang Tidak Marah Bendera Dibakar Tandanya Keledai

Oleh: Haris Prabowo - 2 November 2018
"Para pembakar bendera bisa kena menistakan agama dari KUHP," kata Eggy Sudjana
tirto.id - Salah satu perwakilan orator Aksi Bela Tauhid Jilid II Eggi Sudjana mengatakan bahwa pembakar bendera bertuliskan kalimat tauhid harus dihukum berat karena termasuk ke dalam menistakan agama.

Hal ini dijelaskan Eggi di depan massa yang berada di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018), pukul 14.20 WIB.

Ia juga mengatakan jika ada umat islam yang tidak marah ketika bendera tersebut dibakar itu tandanya mereka adalah keledai.

"Para pembakar bendera bisa kena menistakan agama dari KUHP. Umat Islam jika agamanya dinistakan ya marah, jika tidak ya kita keledai," katanya.

Eggi mengaku telah melaporkan delapan orang ke Mabes Polri terkait pembakaran bendera di Garut. Pelaporan itu termasuk kepada para pemimpin Banser dan GP Ansor.

"Allahuakbar artinya Allah maha besar, yang lain kecil. Presiden? Kecil. Gubernur? Kecil. Kita? Kecil. Apalagi kita. Menurut mantan Ketua HTI enggak ada bendera HTI, jadi yang dibakar adalah bendera tauhid," katanya.

Eggi mengklaim bahwa Presiden Turki sudah berkomentar mengenai pembakaran bendera di Garut dan mengaku heran mengapa Presiden Joko Widodo tak juga bertindak tegas.

"Itu artinya Presiden tak pihak UUD 1945!" tambahnya.

Dijadwalkan pada pukul 14.00 direncanakan Menkopolhukam Wiranto akan menerima perwakilan dari aksi massa di kantornya.


Baca juga artikel terkait AKSI BELA TAUHID atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight