Menuju konten utama

Duterte Marah dengan Masalah SEA Games 2019 dan Minta Investigasi

SEA Games 2019 diadakan di Filipina mulai tanggal 30 November mendatang dengan tema "We Win As One".

Duterte Marah dengan Masalah SEA Games 2019 dan Minta Investigasi
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AP / Bullit Marquez

tirto.id - Presiden Filipina Rodrigo Duterte marah dengan masalah yang dikeluhkan para atlet dan delegasi asing terkait penyelenggaraan Southeast Asian Games (SEA Games) 2019 di Filipina. Duterte ingin ada penyelidikan atas masalah itu, terutama terkait dugaan ketidakmampuan penyelenggara dan dugaan korupsi. Hal itu disampaikan oleh juru bicara kepresidenan Salvador Panelo.

"Presiden tidak merasa senang dengan apa yang ia dengar mengenai kabar kesemrawutan, beberapa penundaan, dan dugaan-dugaan para atlet tidak diberi makan secara layak, keterlambatan atlet yang terlambat diantar ke acara maupun ke asrama. Beliau tidak senang," ujar Salvador Panelo, seperti dikutip ABS, Selasa (26/11/2019).

Gelombang kritik telah diserukan oleh delegasi asing kepada penyelenggara SEA Games 2019, mereka menyebut para atlet mengalami masalah soal transportasi, akomodasi, dan makanan.

Banyak pihak menduga bahwa panitia belum siap menyelenggarakan SEA Games yang bakal digelar pada 30 November mendatang. Di antaranya, pengerjaan restorasi arena bersejarah belum selesai, tidak ada papan skor saat pertandingan sepak bola babak kualifikasi di Stadion Rizal Memorial, Manila dan pengunjung merasa toilet luar ruangan tidak cukup layak.

Bahkan muncul tagar di media sosial Twitter #SEAGames2019fail. Komplain datang dari pihak pengunjung dan para delegasi atlet. Atlet mengeluhkan makanan yang sama setiap hari, dan hanya dua botol air minum per hari.

Selain itu, ada dugaan korupsi penyelenggaraan SEA Games 2019, sebagaimana dilaporkan The Strait Times, Panelo mendukung adanya penyelidikan atas penyelenggaraan SEA Games setelah acara tersebut berakhir, agar sanksi segera diberikan kepada mereka yang terbukti bertanggung jawab atas kekacauan tersebut.

Sementara itu, Senator Bong Go mengatakan dia akan memulai penyelidikan tentang masalah yang membuat atlet tidak nyaman. Namun, Senator Manny Pacquiao--yang akan membawa obor dalam pembukaan olimpiade--mengatakan bahwa segala hal terkait fasilitas SEA Games harus segera didiskusikan agar tak mengganggu para atlet.

South China Morning Post, mewartakan, Duterte pada 2017 lalu menyatakan ingin melewatkan kegiatan SEA Games di Filipina, karena negara sedang butuh dana untuk membangun kembali Marawi yang dilanda perang, namun berubah pikiran saat Agustus.

Ketua Komite Penyelenggaraan SEA Games, Alan Peter Cayetano menyebut bahwa negara lebih dari mampu untuk menyelenggarakan pagelaran kelas dunia, namun secara sumber daya manusia mereka terbatas.

Senin (25/11/2019), Cayetano meminta maaf kepada tim asing atas ketidaknyamanan, ketidakefisienan, dan kesalahan koordinasi yang terjadi. Ia mengatakan bahwa tim tiba lebih awal dari perkiraan.

Pada hari yang sama, Mikee Romero, salah seorang anggota Kongres, menyalahkan majelis tinggi Senat karena gagal melakukan perencanaan anggaran tepat waktu, dan menyebut bahwa hal ini menyebabkan keterlambatan persiapan.

Southeast Asian Games (SEA Games) 2019 diadakan di Filipina mulai tanggal 30 November mendatang dengan tema "We Win As One". Sebelum acara resmi, banyak atlet dari negara lain telah tiba di Filipina untuk berlatih.

Baca juga artikel terkait SEA GAMES atau tulisan lainnya dari Anggit Setiani Dayana

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Alexander Haryanto